Utamakan Pendidikan Karakter, Ratusan Calon Guru Ikuti OSPEK di UPMI

Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum

DENPASAR-DiariBali

Ratusan mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) 20201 dari 14 hingga 17 September 2021. Untuk mencegah klaster baru penularan Covid-19, OSPEK digelar hybrid, daring dan luring. Hanya beberapa perwakilan mahasiswa baru mengikuti secara langsung dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Rektor UPMI Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menjelaskan, sejak naik level dari IKIP PGRI Bali menjadi UPMI, masih ada anggapan bahwa UPMI bukan lagi perguruan tinggi pencetak calon guru. Ia menegaskan branding tersebut tidak pernah berubah, justru jangkauannya semakin luas dengan program-program studi baru di bidang teknologi informasi.

Penurunan mahasiswa baru, menurut Suarta, lebih dikarenakan situasi perekonomian yang kacau akibat Pandemi Covid-19. “Kalau dilihat dari pendaftaran, jumlah peminat sangat banyak. Tapi kami cek lagi ternyata banyak yang orangtuanya dirumahkan. Terpaksa mereka menunda kuliah,” jelasnya, Rabu (15/9) di kampus setempat.

Sebagai bentuk empati kepada masyarakat, pihaknya menurunkan biaya pendidikan, membebaskan uang gedung, serta memaksimalkan beasiswa yang disediakan pemerintah. Salah satu syarat beasiswa adalah yang bersangkutan mengantongi Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah terdaftar di departemen sosial.

Suarta berharap, proses kepengurusan KIP bisa lebih disederhanakan agar semakin banyak anak bangsa yang berkesempatan menyicipi pendidikan tinggi. Dengan demikian, cita-cita UPMI sebagai institusi pencerdas kehidupan bangsa juga semakin terbuka.

Lebih lanjut, dia mengatakan, prodi-prodi unggulan, seperti Olahraga dan Sendratasik masih tinggi peminat. Sedangkan prodi-prodi baru yang didirikan sejak menjadi universitas masih “kurus”. Menurutnya hal ini wajar sebagai proses perkenalan di masyarakat. “Dalam kamus kami tidak ada kata menyerah,” tegas dia.

Menekankan pendidikan karakter, kata dia, sudah menjadi tradisi di UPMI, sehingga nantinya mereka menjadi contoh sebagai figur yang baik di tengah masyarakat, juga para mahasiswa baru diperkenalkan tentang layanan kampus.

Sementara Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara S.H., M.H., M.Pd., menambahkan, OSPEK yang dilakukan secara daring semata-mata mengikuti anjuran pemerintah. Lingkungan kampus, kata Arthanegara, harus menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. “Kita tidak ingin Universitas Mahadewa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Arthanegara.

Artanegara mengatakan, pihak kampus masih memfasilitasi calon mahasiswa yang masih ingin bergabung. Universitas Mahadewa Indonesia, sejak masih menjadi kampus IKIP PGRI Bali, mengambil kebijakan membebaskan uang gedung.

UPMI, kata dia, juga menjadi miniaturnya Indonesia. Sebab, di kampus ini bertemu seluruh mahasiswa dari berbagai daerah, suku, ras dan agama. Begitupun dengan dosennya. “Jadi tujuan OSPEK ini untuk mengenalkan lingkungan kampus, menyatukan mahasiswa yang dari latar belakang berbeda,” pungkas Arthanegara. TUM