Prani Tebar Virus Wirausaha Perempuan di Desa Kendran

Launching Pusat Wirausaha Mandari (Prani) di Desa Kenderan, Sabtu (23/5).

GIANYAR, DiariBali-
Pusat Wirausaha Mandiri (Prani) menebarkan virus-virus jiwa kewirausahaan kepada 100 perempuan untuk dibina menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri yang mampu bersaing dalam kewirausahaan demi terciptanya masyarakat yang sejahtera di Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Sabtu (22/5).

Prani bekerja sama dengan BEDO, Insita, Koperasi Perempuan Ramah Keluarga, dan PPI akan siap mendampingi perempuan-perempuan tangguh Desa Kenderan untuk dididik, dilatih, dan didampingi untuk mengelola potensi-potensi yang ada menuju Desa Wisata Ramah Keluarga Bersinar.

Perbekel Desa Kenderan I Dewa Gede Jaya Kusuma mengapresiasi kegiatan ini yang sangat positif, terlebih disaat-saat pandemi ini sangat bermanfaat sekali bagi warga disini. Selain itu, terpilihnya Desa Kenderan sebagai tempat kegiatan Prani ini menjadi kehormatan dan kepercayaan bagi masyarakat Kenderan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan penting, terlebih saat situasi pandemi. Dari kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perekonomian desa agar mampu bertahan dan mampu melahirkan ibu-ibu wirausaha di Desa Kenderan.

Dalam proses pelatihan maupun pendampingan yang diberikan, pihaknya berharap agar ibu-ibu PKK mengikuti dengan tertib, cermat, dan rutin. Dirinya juga akan melakukan edukasi dan monitoring selama proses berjalan.

“Harapan kami setelah kegiatan ini, di Desa Kendran banyak terlahir wirausaha-wirausaha baru dan mandiri agar mampu bertahan saat pandemi ini maupun berkelanjutan,” harapnya.

Sementara Ketua Intellegently Sustainable (Insita), Luh Putu Mahyuni, Ph.D., CMA., CAPF, CSP, mengapresiasi sinergi penta helix yang diinisiasi Prani ini. Pihaknya akan memeperkenalkan model bisnis yang berkelanjutan, menjaga kelestarian alam yang berdampak bagi masyarakat Desa Kenderan.

“Kami akan berkontribusi terkait literasi keuangan. Di sini sangat penting sekali untuk dikuasai terhadap pengembangan wirausaha sebagai kunci penggerak ekonomi keluarga,” jelasnya.

Sosialisasi juga diberikan terkait bagaimana memanagement keuangan yang berkelanjutan, bagaimana cara membangun bisnis dengan baik selanjutnya memilih investasi yang benar agar kuangan terjamin dan aman dalam bentuk pendampingan dan pelatihan dengan mengedepankan konsep sinergi pang pada payu.

“Kami berharap ini menjadi percontohan hingga ke tingkat nasional. Kami yakin dengan kolaborasi antara kekuatan wanita pengusaha dan berbagai stakeholder yang tergabung di sini,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jeff Kristianto selaku Ketua
Business & Export Depelovment Organization (BEDO) bersedia membantu kewirausahaan di Desa Kendran, baik yang baru mulai maupun yang sudah berjalan agar kewirausahaannya lebih maju dan berjalan lancar.

Beberapa tahapan akan dilakukan kepada ibu-ibu Desa Kenderan yang tergabung dalam Prani ini. Mulai dari melihat potensi, verifikasi, pelatihan maupun pendampingan.
“Kami akan melihat potensi yang ada dan melakukam pendampingan kewirausahaan. Pelatihan dan Pendampingan merupakan hal penting, agar nantinya dapat melahirkan sebuah produk unggulan di desa ini,” ungkapnya.

Disisi lain, Koordinator SIP3, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H, mengungkapkan, peran perempuan juga dapat memberikan andil untuk kesejahteraan keluarga khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Dalam situasi pandemi ini, perempuan juga dapat berkiprah atau berbuat untuk melakukan suatu hal positif dan berdampak seperti menjadi wirausaha mandiri.

Tini Gorda menjelaskan, Prani merupakan Pusat Wisausaha Mandiri yang berkelanjutan selama lima tahun ke depan, dengan dibalut program “Sinergi Pang Pada Payu”.

Hal yang akan dibangun di Desa Kenderan yaitu dengan kolaborasi Penta Helix menuju Desa Wisata Ramah Keluarga Bersinar. Dengan dilaunching Prani ini, pihaknya berharap mampu menciptakan wirausaha mandiri yang dapat mensejahterakan masyarakat.

“Saya berharap bagi perempuan yang ikut dalam Prani ini mampu menyebarkan virus-virus dengan mengembangkan diri melalui wirausaha,” harapnya penuh keyakinan.

Dipilihnya Desa Kenderan, lanjut Tini Gorda, setelah diajukannya desa ini pada tahun 2018 sebagai desa wisata, melalui kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat dan mendukung tujuan tersebut.

Desa Kenderan sendiri memiliki potensi alam yang sangat tinggi. Selain potensi alam, pertanian, maupun potensi lainnya yang akan siap digarap dan dikembangkan oleh Prani. (Red)