Dies Natalis UNHI: Lomba Tradisi, Upaya Menjaga Akar Budaya
Perayaan Dies Natalis Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar ditandai dengan Berbagai Lomba Seni Tradisi, Jumat (24/4).
Denpasar,diaribali.com —
Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar merayakan hari ulang tahun (Dies Natalis) ke-16 dengan menggelar rangkaian kegiatan lomba seni budaya yang melibatkan masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Kampus UNHI Denpasar, menghadirkan berbagai kompetisi seperti lomba tari condong tingkat SD, lomba bapang barong, lomba tapel, hingga ogoh-ogoh mini.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPD RI asal Bali sekaligus alumni UNHI, Dr. Ida Bagus Rai Wijaya Mantra, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Dr. Cahyadi Wiguna, Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerti, jajaran Wakil Rektor, serta para dekan di lingkungan UNHI Denpasar.
Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap eksistensi Fakultas Pendidikan yang telah bertahan dan berkembang selama 16 tahun.
“Saya sebagai rektor, ini merupakan ulang tahun pertama yang saya hadiri. Saya merasa bangga karena Fakultas Pendidikan sudah menjaga eksistensi selama 16 tahun, berdiri tegak sejak tahun 2010,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahun 2010 menjadi tonggak penting bagi UNHI karena bertepatan dengan pelaksanaan upacara Padudusan Agung serta penyelenggaraan Utsawa Bali Sani.
“Saya berharap, di usia UNHI yang menginjak 63 tahun, kita bisa kembali mengibarkan Utsawa Bali Sani di tanah UNHI,” katanya.
Rektor juga meminta dukungan dari Yayasan Pendidikan Widya Kerti agar cita-cita menjadikan kampus sebagai pusat pengembangan pola ilmiah pokok agama dan kebudayaan dapat terus diwujudkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pendidikan melalui agenda bertajuk Caniagam Brahmacari yang ke-16. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini menghadirkan berbagai lomba yang membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat, khususnya para pelaku seni.
Dekan Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar, Dr. I Wayan Sukadana, S.Sn., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi kreativitas mahasiswa sekaligus tolok ukur perkembangan seni di lingkungan fakultas.
“Kegiatan Caniagam Brahmacari ini menuangkan kreativitas seni dan menjadi salah satu tolok ukur dari Fakultas Pendidikan, khususnya seni tari dan karawitan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari warisan leluhur.
“Sesuai harapan rektor, ini adalah bentuk nyata membangun dan melestarikan tradisi leluhur, baik dari segi religius seperti tari barong, tari condong, hingga seni rupa melalui lomba tapel,” tambahnya.
Seluruh perlombaan terbuka untuk umum, melibatkan seniman tari, seniman barong, hingga pelaku seni rupa. Para pemenang akan memperebutkan juara I, II, dan III, dengan hadiah berupa trofi, uang pembinaan, serta piagam penghargaan.
Rangkaian acara dimulai dengan lomba tari condong tingkat SD dan lomba tapel pada hari pertama. Selanjutnya, lomba bapang barong digelar pada hari kedua, yang juga dirangkaikan dengan pengumuman para pemenang.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga memperkuat komitmen dalam pelestarian seni dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (Kan)