Dinamika Pansus TRAP Menghangat, Ketua DPRD Bali: Perbedaan Sikap Politik Tak Ganggu Kinerja Dewan
Dewa Made Mahayadnya (endek merah)
Denpasar,diaribali.com – Dinamika politik di DPRD Provinsi Bali menghangat setelah Fraksi Partai Golkar memutuskan menarik diri dari keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Pertanahan (TRAP). Keputusan itu sempat memunculkan polemik di internal lembaga legislatif.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menegaskan perbedaan sikap politik merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat. Menurutnya, dinamika itu justru menunjukkan setiap fraksi semakin mencermati aturan dan tata tertib yang berlaku di DPRD.
“Secara kelembagaan kami menghormati sikap politik masing-masing fraksi. Ini adalah dinamika yang biasa terjadi dalam proses demokrasi,” ujar Dewa Mahayadnya usai Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (20/7).
Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Dewa Jack itu mengatakan polemik yang muncul lebih banyak berkaitan dengan persoalan teknis yang masih dapat diselesaikan melalui mekanisme internal lembaga.
Ia menilai seluruh fraksi memiliki kepentingan yang sama, yakni menjaga marwah DPRD Bali sebagai lembaga representasi rakyat. Karena itu, penyelesaian persoalan diupayakan melalui komunikasi dan musyawarah.
Dewa Jack mengungkapkan hingga kini pimpinan DPRD belum menerima surat resmi dari Fraksi Golkar terkait langkah politik tersebut. Pihaknya masih menunggu penyampaian sikap secara administratif sebagai dasar pembahasan lebih lanjut.
Sebagai pimpinan DPRD, ia memastikan akan memfasilitasi ruang dialog antara pimpinan fraksi dan Ketua Pansus TRAP. Langkah itu dilakukan agar seluruh pihak dapat duduk bersama menelaah dokumen tata tertib secara objektif.
Dalam waktu dekat, DPRD Bali juga akan menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) untuk membahas persoalan tersebut. Forum itu diharapkan menjadi ruang mencari solusi berdasarkan asas musyawarah dan mufakat.
Dewa Jack menegaskan dinamika politik yang terjadi tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD. Fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ia optimistis seluruh fraksi pada akhirnya tetap menjaga soliditas lembaga meski memiliki pandangan politik yang berbeda. Menurutnya, perbedaan sikap merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi selama tetap diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan.
“Kami tetap satu dalam menjalankan tugas melayani masyarakat Bali. Tolong doakan agar kami bisa menyelesaikan dinamika keluarga ini dengan baik,” kata Dewa Jack. (Art)