Bupati Karangasem Dukung Pendataan Keluarga 2021

“Sosialisasi Pendataan Keluarga Dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama BKKBN dan Mitra Kerja Komisi IX DPR RI Desa Kertha Mandala Kecamatan Abang”, Karangasem, Jumat (7/5).

KARANGASEM-DiariBali

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Bali bersama mitra Komisi IX DPR RI secara marathon menggelar sosialisasi terkait pendataan penduduk di sembilan Kabupaten/Kota di Bali, guna memperoleh data valid dengan tujuan memudahkan pemerintah pengambilan kebijakan di pusat.

Sosialisasi dibalut dengan Talkshow yang bertajuk “Sosialisasi Pendataan Keluarga Dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama BKKBN dan Mitra Kerja Komisi IX DPR RI Desa Kertha Mandala Kecamatan Abang”, Karangasem, Jumat (7/5).

Bupati Karangasem I Gede Dana dalam sambutannya menyambut baik program sosialisasi Pendataan Kependudukan tahun 2021 yang dilaksanakann di Kabupaten Karangasem mengingat pentingnya pendataan untuk pengambilan kebijakan selanjutnya kembali untuk masyarakat di tingkat Desa.

“Kami sangat menyambut baik, dan selalu berkoordinasi terus agar pelaksanaan pendataan berjalan lancar sesuai program pendataan dari BKKBN agar sesuai target,” ungkapnya.

Pihaknya bahkan menyiapkan sebanyak 1.004 petugas pendata di Karangasem sebagai tambahan untuk mempercepat hasil pendataan.

Selain itu, kata Bupati asal Desa Datah ini, dirinya juga membuat alat sosialisasi mengajak masyarakat memberikan data riil dan jujur kepada petugas pendata.

“Di Karangasem sendiri sebanyak 152.508 KK yang menjadi target sasaran dalam pendataan keluarga ini, dari hasil pendataan di Karangasem sudah mencapai sekitar 41,39 persen, tentu ini melampaui rata-rata nasional yang baru mencapai 39 persen,” bebernya.

Lebih lanjut, Bupati yang baru dilantik dua bulan ini tancap gas dalam penanganan Stunting (gizi buruk) di Karangasem. Pihaknya serius menangani permasalahan ini, sehingga perlu disikapi dengan baik demi generasi muda yang unggul.

Selain itu, dirinya juga memberikan perhatian khusus berupa gisi sejak bayi dalam kandungan hingga lahir.

“Kalau dari BKKBN menargetkan setiap lima tahun pergantian data, untuk karangasem kami targetkan satu tahun sekali. Kami serius penangan stunting ini, bahkan angkan stunting di karangasem jauh lebih rendah dibandingkan angka provinsi,” pungkasnya mengakhiri.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Agus Putro Proklamasi mengatakan, pendataan yang dilakukan oleh petugas sejatinya untuk kepentingan masyarakat dalam penguatan keluarga di daerah. Pelaksanaan pendataan secara serentak mulai 1 April hingga 31 Mei.

Selama ini data yang sudah masuk ke server pusat untuk Provinsi Bali sebesar 36,92, sedangakan untuk di Karangasem sudah mencapai 41, 39 persen.

Setelah pendataan berjalan, hanya tinggal lagi tiga minggu untuk memanfaatkan pendataan secara optimal. Pasalnya data ini akan digunakan dalam pengambilan kebijakan maupun program pemerintah untuk masyarakat.

“Kebutuhan data ini kita gunakan dalam rangka pengambilan kebijakan, sehingga data ini dapat digunakan baik untuk pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, maupun di tingkat desa,” bebernya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar tidak ragu dalam memberikan data kepada petugas, karena data yang diberikan, akan dijaga kerahasiaannya oleh Badan Siber Negara.

Pendataan ini, menurut Agus Proklamasi dilakukan setiap 5 tahun sekali. Sebelum pendataan dimulai, terlebih dahulu dilakukan tahapan pelatihan petugas pendata mulai kader tingkat atas sampai di tingkat desa.

“Kami harap bagi petugas saat pendataan untuk dilakukan protokol kesehatan ketat, dalam pelatihan pun sudah dilakukan. Hal ini agar pendataan berjalan lancar tidak menimbulkan klaster baru dan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Anggota Komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, SP., mendukung program pendataan penduduk ini secara penuh, mengingat pentingnya sebuah data kependudukan untuk mengambil kebijakan atau program-program pemerintah pusat yang nantinya akan kembali diberikan untuk masyarakat.

Berawal dari pendataan ini, lanjut Kariyasa, nantinya dalam pemberian jaminan secara nasional, maupun jaminan sosial dan program-program lainnya, sehingga tidak lagi adanya perbedaan data antar Kementerian sehingga mudah dalam proses pendataan.

“Data ini penting, kami sering mengusulkan ketika mengadakan rapat koordinasi ditingkat kementerian, proses pendataan sangat penting, mengingat semua kementerian dapat memanfaatkan data ini, seperti Kementerian Kesehatan, PUPR, maupun kementerian lainnya,” jelasnya.

Ini merupakan data mikro, ketika diolah, tentu program ini nanti digunakan dalam rangka memberikan jaminan sosial maupun yang lain dari tingkat terendah mulai dari desa.

“Terus kita support, awasi, dan melakukan koordinasi, dalam rangka pembuatan kebijakan dan regulasi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kariyasa juga memberikan bantuan berupa 100 paket sembako untuk masyarakat untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, dirinya juga memberikan paket biskuit asupan gizi bagi ibu hamil maupun anak-anak di Karangasem. RED