Wisuda ke-31 Polkesden Berlangsung Hybrid dan Diikuti 736 Lulusan

HYBRID-Wisuda ke-XXXI Polkesden, Rabu (29/9) berlangsung secara hybrid dengan prokes ketat.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Di tengah Pandemi Covid-19, iklim akademik di Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar (Polkesden) tetap berjalan. Buktinya, pada Rabu (29/9), instituti pendidikan di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini sukses menggelar Wisuda ke-XXXI secara hybrid perpaduan daring dan luring berpusat di Aula Rektorat, Jalan Sanitasi, Sidakarya, Denpasar. Hanya lulusan terbaik di masing-masing jurusan yang diperkenankan hadir langsung tentunya dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Direktur Polkesden Dr. AA Ngurah Kusumajaya, SP., MPH., mengajak civitasnya bersyukur karena masih diberikan kesempatan menggelar wisuda di tengah pandemi yang masih mencekam. Ia pun meminta peserta wisuda dan keluarganya memaklumi penyelenggaraan wisuda berbasis daring dan pembatasan jumlah peserta.

Menurutnya, keputusan ini diambil setelah melewati kajian panjang demi menjaga keselamatan bersama. Namun ia menjamin, wisuda daring tidak mengurangi esensi yang menandakan peserta didik tiba di puncak pendakian.

Dalam wisuda kemarin, Direktur Polkesden melepas 736 wisudawan/I, dengan eincian 379 orang program studi diploma tiga dan 357 orang program sarjana terapan. Wisudawan saat ini merupakan angkatan pertama penerapan Uji Kompetensi sebagai salah satu syarat kelulusan untuk menyelesaikan pendidikan atau yang lebih dikenal exit exam.

Pada tahun 2021 ini, capaian persentase kelulusan dalam ujian kompetensi adalah 95,31%. “Dalam wisuda ini, Program Studi Diploma Tiga Kebidanan, Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga dan Program Studi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana Terapan belum dapat ikut serta dikarenakan pengumuman hasil uji kompetensi sampai saat ini belum terbit,” kata AA Kusumajaya dalam laporannya.

Menariknya, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,76. IPK tertinggi yakni 4.00 dan terendah 3,27. “Dengan wisuda ini, artinya total alumnus Polkesden menembus 9.121 orang,” katanya.

Prestasi yang tak kalah prestisius yang dicapai institusi pimpinannya yakni memperoleh nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2020 mendapatkan nilai AA dengan skor 95,84. Penialain ini diberikan berdasarkan belasan indikator kinerja institusi oleh pemerintah pusat.

Tahun Akademik 2021/2022 ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar telah menerima mahasiswa baru melalui 3 jalur penerimaan, yaitu Jalur Penelusuran Minat Dan Prestasi (PMDP), Jalur Sipensimaru Bersama (SIMAMA) dan Jalur Mandiri.

Dari hasil seleksi ketiga jalur tersebut, pada tahun akademik 2021/2022, Poltekkes Kemenkes Denpasar menerima sebanyak 1.197 mahasiswa baru. Dari 3.522 pendaftar. Jumlah mahasiswa yang diterima tahun akademik 2021/2022 meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 1.127 orang. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menempuh pendidikan kesehatan masih sangat tinggi.

Sampai dengan tahun 2021, Poltekkes Kemenkes Denpasar telah memiliki 6 Jurusan dengan 13 prodi, yaitu: Prodi Diploma III Keperawatan, Prodi Diploma III Kebidanan, Prodi Diploma III Kesehatan Gigi, Prodi Diploma III Gizi, Prodi Diploma III Sanitasi, Prodi Diploma III Teknologi Laboratorium Medis, Prodi Sarjana Terapan Keperawatan, Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan, Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Prodi Pendidikan Profesi Ners dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan.

“Dalam upaya peningkatan kualitas layanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar juga akan mengembangkan dan membuka program studi baru, diantaranya Prodi Sarjana Terapan Kesehatan Gigi, Prodi Diploma III Tenaga Kesehatan Tradisional, Prodi Diploma III Asuransi Kesehatan, Prodi Diploma III Entomologi Kesehatan, dan Prodi Magister Keperawatan,” ungkapnya.

Ada pun para peraih peringkat tiga besar IPK tertinggi dari Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Keperawatan; Putu Ayu Suadnyani, IPK 3,92, I Gusti Ayu Intan Setyari, IPK 3,89, Ni Made Nola Silpia Wardani, IPK 3,83, predikat Dengan pujian. Prodi Sarjana Terapan Kebidanan; Ni Putu Astariani Prajasari, IPK 3,73, Gusti Ayu Putri Kumala, IPK 3,73, Ni Made Opy Sutariani, IPK 3,72. Prodi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan; Luh Putu Naira Punni Anggita, IPK 3,96, Ni Nyoman Diah Utari Dewi, IPK 3,93 serta Gusti Ayu Putu Dian Suryandari , IPK 3.93.

Prodi Diploma Tiga Keperawatan; Ni Putu Laksmi Dewi Supartha, IPK 3,97.
Putu Ayu Rika Pradnya Paramita, IPK 3,95. Putu Sinthia Putri, IPK 3,93. Prodi Gizi Program Diploma Tiga, Desak Putu Agung Meila Aryanti, IPK 3,96 Sagung Indah Nirmala, IPK 3,95, Ni Nyoman Nanda Sanjiwani, IPK 3,95. Prodi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga; I Dewa Ayu Alma Pradnya Iswari, IPK 3,79, Ni Luh Putu Erika Swandewi, IPK 3,78, Dewa Ayu Putu Denta Setianingsih, IPK 3,76. Terakhir, Prodi Teknologi Laboratorium Medis Program Diploma Tiga, diraih oleh; Putu Dita Pratiwi, IPK 3,98, I Nyoman Astra Suwarriana, IPK 3,97 dan Ni Putu Ditya Anggreni, IPK 3,95.

Plt Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan, Kememkes Kirana Pritasari, memuji upaya pimpinan Polkesden yang mampu beradaptasi melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi yang berdampak keras pada semua sektor. Bahkan ia menyebut pandemi Covid-19 ini adalah ujian untuk sektor kesehatan dan pendidikan.

Ia berpesan agar lulusan Polkesden bersedia mengabdikan diri di tengah masyarakat untuk memberikan pelayakan kesehatan yang prima. “Saudara akan memasuki dunia kerja, di mana masyarakat menugguu bakti dan sumbangsih saudara dalam memberikan pelayanan. Kebutuhan tenaga kesehatan sangat dinanti, baik oleh pasien covid maupun yang lain. Saya ucapkan selamat,” pungkas Kirana. ZOR