Desa Pelaga Dinilai Punya Potensi Besar, SMKN 1 Petang Didorong Cetak Petani Muda

Wagub Giri Prasta meninjau stan bazar karya siswa SMKN 1 Petang.

Wagub Giri Prasta meninjau stan bazar karya siswa SMKN 1 Petang.

Badung,diaribali.com — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menilai kawasan desa pegunungan seperti Desa Pelaga memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu, SMK Negeri 1 Petang didorong menjadi pionir dalam mencetak petani muda unggul yang mampu mengembangkan potensi tersebut.
Hal itu disampaikan Giri Prasta saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas XII SMKN 1 Petang, Selasa (28/4).
Ia mengatakan, lulusan SMKN 1 Petang tidak hanya diarahkan untuk langsung bekerja, tetapi juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, khususnya di bidang pertanian.
“Ke depan, lulusan SMKN 1 Petang bisa menjadi petani muda unggul atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi di jurusan pertanian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga berkeliling meninjau stan bazar karya siswa. Ia terlihat membeli berbagai produk yang dijajakan, bahkan membagikannya kembali kepada pengunjung sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa.
Menurutnya, profesi petani kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Ia menilai semakin banyak generasi muda Bali yang sukses di sektor pertanian, bahkan mampu membuka lapangan kerja baru di desa.
Pemerintah Provinsi Bali, lanjut dia, tengah mendorong penguatan sistem pertanian organik sebagai salah satu program strategis. Peluang ini dinilai terbuka lebar bagi siswa SMK pertanian, khususnya di wilayah dataran tinggi seperti Desa Pelaga.
“Sistem pertanian organik ini menjadi potensi besar yang bisa dikembangkan masyarakat, termasuk generasi muda,” katanya.
Ia juga menegaskan, sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama pariwisata Bali. Karena itu, hasil pertanian dari kawasan utara Badung diharapkan dapat terserap oleh industri pariwisata.
Menurut Giri Prasta, wilayah Badung Utara tidak diarahkan untuk pembangunan hotel karena berstatus kawasan konservasi. Dengan demikian, penguatan sektor pertanian menjadi pilihan strategis untuk mendorong perekonomian masyarakat.
“Yang penting bagaimana hasil pertanian dari Badung Utara bisa masuk ke pasar pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, tiga jurusan di SMKN 1 Petang—yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pengolahan Hasil Pertanian, serta Pariwisata—memiliki keterkaitan kuat. Namun, sektor pertanian diharapkan tetap menjadi fokus utama.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga mengingatkan pentingnya melindungi petani dari praktik tengkulak dan pengijon yang kerap merugikan.
“Kita harus melawan praktik tengkulak dan memastikan harga yang adil bagi petani,” katanya.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan selamat ulang tahun ke-20 bagi SMKN 1 Petang dan selamat kepada siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap para lulusan mampu melanjutkan pendidikan maupun berkontribusi langsung di sektor pertanian, sekaligus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. (Art)