Komunitas Saptana Jagaraga Iringi Pengabenan Seniman Tari Nyoman Cerita di Singapadu

I Nyoman Cerita
Bagikan

GIANYAR, DiariBali-
Suasana duka menyelimuti kalangan seniman dan pencinta seni pertunjukan di “Bumi Seni” Gianyar, atas kepergiaan seniman tersohor Alm. I Nyoman Cerita.

Seniman yang dikenal ramah, tegas, ulet dan tekun dalam melatih anak didik mengembuskan nafas terkahirnya pada Selasa (19/10) lalu.

Seniman asal banjar Sengguan, Singapadu, Gianyar ini sangat berperan penting bagi perkembangan seni pertunjukan di Bali, khususnya di kabupaten Gianyar. Karya-karya almarhum sampai saat ini masih sangat populer dikancah dunia seni tari di antaranya Tari Garuda Wisnu, Tari Satyabrasta, Tari Kelinci dan Tari Barong Api yang buming di tahun 2015 sampai saat ini.

Sebagai bentuk penghormatan terkahir, Komunitas Saptana Jagaraga turut ambil andil mengantarkan Nyoman Cerita ke rumah peristirahatan terakhir saat prosesi pengabenan.

Seperti diketahui, pengiiring tarian Barong Api yang menjadi cikal bakal komunitas ini tidak terlepas juga dari proses sentuhan lembut bimbingan almarhum. Spesial saat proses pengabenan, komunitas ini berupaya menciptakan karya baru sebagai pengiring almarhum ke liang kubur.

Seniman dan Komunitas Saptana Jagaraga antar Kepergian Nyoman Cerita dalam pitra yadnya.

Karya Bleganjur ngarap juga diciptakan dan dimainkan untuk mengiringi peristrirahatan terakhir sang guru di bawah binaan komporser I Wayan Darya.

“Kita dari komunitas dan seniman sangat berduka sekali dengan kepergian beliau, semua sangat terkejut, semua masyarakat Singapadu terkejut dengan kepergian almarhum, kita sebagai seniman sekarang harus selalu menjaga karya seni beliau dan dituangkan kembali ke generasi-genarasi berikutnya,”ujar Wayan Darya diwawancari sambil live FB pada saat prosesi acara.

Dari kabar yang diketahui almarhum I Nyoman Cerita meninggal karena penyakit maag akut yang dideritanya. Almarhum sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ganesha, Gianyar.

”Ya bapak sempat mendapat perawatan di rumah sakit, biasaya bapak cafek dan lupa makan karena saking banyaknya aktivitas berkesenian, biasanya maag kambuh setelah makan dan bercanda dengan cucunya pasti kembali sehat seperti semula lagi, namun tuhan berkehendak lain,” ujar kadek puriartha anak kedua dari alm. Nyoman Cerita.

Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, sejumlah seniman mementaskan karya-karya beliau dalam prosesi pengabenan. Semarak alunan Bleganjur dan mengglegar nan apik antarkan kepergian almarhum Nyoman Cerita. Tak kalah menarik pementasan tarian pun berjalan kidhmat sampai air mata tak terbendung mengenang karya-karya almarhum. (TIM)