Rampung, Sasaran Fisik TMMD Ke 111

Sasaran fisik Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 111 Kodim 1623/Karangasem, Minggu (11/7/2021).

“Dalam rangka mewujudkan kebutuhan masyarakat Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 111 Kodim 1623/Karangasem tuntaskan progam pembangunan”

Amlapura-DiariBali

Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 111 Kodim 1623/Karangasem Tahun Anggaran 2021 sukses melaksanakan sasaran fisik yang mencapai hasil 97 persen. di Desa Adat Bukit Galah, Banjar Sogra, Desa Sebudi, kabupaten Karangasem, Minggu(11/07/2021)

Hingga hari ke 26 semua sasaran hampir tuntas dilaksanakan pembangunan jembatan sebagai sasaran pokok TMMD.

Selain itu, sasaran tambahan berupa pembangunan senderan jembatan, cek dam, bak penampungan air bersih dan pembukaan lahan seluas 1,4 hektare telah tuntas 100 Persen. Begitu juga terkait sasaran non fisik berupa sosialisasi dan penyuluhan juga semua sudah terlaksana.

Dansatgas TMMD Ke 111 Kodim 1623/Karangasem Letkol Inf Bima Santosa didampingi Dan SSK Kapten Inf I Made Ardjana mengatakan sesuai dengan yang diprogramkan kegiatan TMMD Ke 111 terdapat dua sasaran yaitu sasaran fisik dan non fisik.

“Untuk sasaran pokok fisik pembangunan jembatan sampai hari ini sudah mencapai 97 persen dan sasaran tambahan telah rampung 100 persen, sedangkan sasaran non fisik berupa sosialisasi dan penyuluhan diantaranya wawasan kebangsaan, bela negara, warping rekruitmen prajurit TNI, kebencanaan, pertanian, radikalisme, hukum, kependudukan dan Prokes Covid-19 telah berjalan sesuai dengan rencana dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat di lokasi TMMD,” papar Dansatgas.

Letkol Bima juga menyampaikan untuk kedepannya agar masyarakat pengguna jembatan yang menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Selat dan Bebandem untuk senantiasa merawat dan menjaganya.

“Kita ingatkan masyarakat, salah satunya dengan tidak melintasi jembatan ini dengan menggunakan kendaraan yang memiliki kapasitas di atas 30 Ton, karena beban maksimal jembatan ini kurang lebih 30 ton sesuai dengan rancang bangun dari Dinas PUPR Karangasem, katanya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah jembatan ini diresmikan nantinya akan memiliki nilai strategis bagi masyarakat sekitar diantaranya sebagai sarana jalur transportasi kendaraan dalam menunjang perekonomian masyarakat, jalur transportasi bagi anak sekolah dan yang sangat penting dapat dijadikan jalur evakuasi kebencanaan apabila terjadi letusan Gunung Agung.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas mengucapkan terima kasih kepada segenap komponen masyarakat dan instansi terkait yang telah membantu kelancaran kegiatan TMMD Ke 111 Kodim 1623/Karangasem.

Sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Karangasem dan masyarakat, program TMMD dapat terlaksana dengan lancar aman dan tanpa hambatan berarti.

“Semoga ke depannya jembatan penghubung Bukit Galah-Yeh Kori ini dapat bermanfaat sebagai hasil dari TMMD. Wujud ini merupakan kemanunggalan TNI-Rakyat yang tetap terjalin baik, kuat dan penuh kebersamaan dalam rangka mewujudkan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Get)