Kibarkan Kain Poleng di Depan Rumah, Dapat Nasi Bungkus

Ketut Darmayasa-Barak
Ketut Darmayasa "Barak"
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Perekonomian masyarakat Bali benar-benar dibuat hancur oleh pandemi Covid-19, terlebih sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang. Sementara, belum ada bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah.

Saat ini, dibutuhkan semangat gotong-royong, saling menyemangati satu sama lain. Melihat kondisi tersebut, Yayasan Bali Matangi membuat gebrakan bagi-bagi nasi bungkus bagi warga seputar Kota Denpasar yang membutuhkan.

Syaratnya, setiap rumah wajib memasang sobekan kain poleng (hitam-putih) yang telah usang, boleh juga kain bekas wastra palinggih penugu karang. Caranya diikat di pagar rumah atau dipasang layaknya bendera.

Setelah itu foto dan kirim ke fitur messenger di akun Facebook @Yayasan Bali Matangi atau @Ketut Darmayasa Barak, sertakan alamat lengkap dan jumlah anggota keluarga inti.

“Esoknya, tim akan datang membawa nasi bungkus ke alamat bersangkutan,” kata Founder Yayasan Bali Matangi Ketut Darmayasa “Barak” saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (12/7/2021).

Bali Matangi, kata dia, sedang memghimpun sedikit dana agar bisa mengirim nasi bungkus buat “sameton” Bali yang benar-benar membutuhkan di masa pandemi.

“Kanggeang nasi bungkus kemanten anggen bertahan satu hari,” kata Darmayasa. Pihaknya juga menggalang dana untuk kegiatan kemanusiaan ini.

Menurutnya, beberapa orang donatur sudah mentransfer uang ke rekening yayasan. “Sinampura, kemiskinan itu bukan sesuatu yang memalukan. Itu adalah pelajaran karma yang hampir setiap orang pernah mengalaminya. Jangan sampai ada saudara kita yang tidak makan,” ujar dia.

Gerakan yang dia unggah di akun facebook pribadinya cukup menyita perhatian netizen. Baru beberapa menit, kolom komentar sudah ramai dan dibagikan berkali-kali. GET