Perombakan Pimpinan Unhi, Generasi Muda Naik Kelas
Denpasar,diaribali.com —
Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar memasuki babak baru kepemimpinan. Rektor Unhi Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si., melantik jajaran wakil rektor, pejabat struktural, dan personalia baru, Sabtu (7/2/2026), menandai perombakan hampir menyeluruh di tubuh kampus tersebut.
Perubahan paling mencolok terlihat pada komposisi pimpinan utama. Empat posisi wakil rektor kini diisi figur-figur relatif muda, bahkan sebagian masuk kategori generasi Z, dengan usia rata-rata di bawah 40 tahun. Langkah ini dibaca sebagai sinyal kuat pergeseran arah kepemimpinan Unhi menuju pendekatan yang lebih adaptif dan kontekstual dengan tantangan zaman.
“Ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, umat, dan diri sendiri,” ujar Cokorda Bayu dalam sambutannya.
Di tingkat fakultas, hampir seluruh dekan diisi wajah baru. Satu-satunya pengecualian adalah Fakultas Teknik yang masih dipimpin Prof. Dr. Ir. I Wayan Muka, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Selain itu, Unhi juga membentuk sejumlah unit kerja baru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan institusi, termasuk penguatan teknologi informasi dan kerja sama eksternal.
Empat wakil rektor yang dilantik masing-masing adalah Dr. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT. sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik; Dr. I Gusti Agung Paramita, S.Ag., M.Si. sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan; Dr. WA Sindhu Gitananda, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan; serta Made Adi Widyatmika, ST., M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Teknologi Informasi.
Sebelum pelantikan, seluruh pejabat baru mengikuti prosesi sakral majaya-jaya di Pura Maha Widya Mandira Unhi, Jumat (6/2/2026), yang dipuput Ida Peranda Istri Raka dari Griya Kesiut Wanasari, Tabanan.
Cokorda Bayu menegaskan, seluruh proses pemilihan pimpinan telah berjalan sesuai statuta Unhi. Rektor memiliki kewenangan menetapkan nama-nama pejabat, namun tetap melalui pembahasan dan pertimbangan Senat Universitas.
“Nama-nama yang titiang usulkan telah mendapatkan persetujuan senat, yang merupakan representasi para panglisir dan senior,” ujarnya.
Ia mengakui, fondasi kuat yang dibangun pimpinan sebelumnya menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Tantangannya kini adalah melanjutkan capaian tersebut dengan sentuhan kekinian, tanpa memutus kesinambungan.
Target terdekat Unhi adalah akreditasi institusi pada 2027 dengan bidikan peringkat Unggul. Untuk itu, seluruh instrumen akademik dan tata kelola akan dipersiapkan secara intensif.
Selain penguatan mutu, rektor juga menaruh perhatian pada peningkatan jumlah mahasiswa baru. Selama satu dekade terakhir, Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata masih menjadi primadona. Ke depan, Unhi mendorong pemerataan minat mahasiswa di seluruh program studi, mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral.
“Unhi adalah lembaga pendidikan tinggi milik umat. Ngiring druwenang sareng-sareng,” kata Cokorda Bayu menutup sambutannya. (Art)