RAT KSP Sari Sedana Luwih, Koperasi Didorong Garap Sektor Riil

IMG-20260209-WA0096

Badung,diaribali.com —
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sari Sedana Luwih menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-21 Tahun Buku 2025, Minggu (8/2/2026), di Wantilan Widya Mandala Utama, Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, Kuta Utara, Badung.
RAT kali ini mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali, I Nyoman Suwirta. Mantan Bupati Klungkung itu mengapresiasi KSP Sari Sedana Luwih sebagai koperasi yang sehat dan memiliki legitimasi kuat di mata anggota.
Suwirta menekankan pentingnya inovasi koperasi di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks. Menurut dia, peluang koperasi untuk masuk ke sektor riil terbuka lebar, salah satunya melalui pengembangan toko berjejaring.
“Dengan adanya Perda Provinsi Bali tentang Pengaturan Toko Berjejaring, ini menjadi momentum bagus bagi koperasi untuk menggarap sektor riil. Pemberdayaan anggota harus ditingkatkan agar mampu mengelola peluang ekonomi di wilayahnya sendiri,” ujar Suwirta.
Ia berbagi pengalaman membesarkan Koperasi Srinadi di Klungkung, yang berkembang pesat dengan membaca kebutuhan masyarakat. Berbagai unit usaha pun dibangun, mulai dari toko bangunan, wahana rekreasi air, hingga radio lokal.
“Kami mulai dari membaca kebutuhan warga. Dari situ koperasi hadir sebagai solusi,” kata Suwirta, yang mengawali kariernya sebagai kolektor tabungan koperasi.
Suwirta juga mendorong kolaborasi antarkoperasi, khususnya dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, kerja sama antarkoperasi merupakan prinsip dasar yang harus terus dihidupkan.
Ia bahkan menyinggung pentingnya keterlibatan kader koperasi dalam politik. “Jangan alergi politik. Dengan duduk di ruang kebijakan, koperasi bisa diperjuangkan secara sistemik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Ketut Meniarta, mengatakan koperasi menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi ekonomi Bali melalui Program Ekonomi Kerthi Bali. Karena itu, penguatan koperasi, terutama di sektor riil, menjadi kunci memperkokoh fondasi ekonomi daerah.
Dalam RAT tersebut, Manajer KSP Sari Sedana Luwih, I Gusti Agung Ngurah Darma Susila, menjelaskan RAT bertujuan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas selama satu tahun buku.
Sebanyak 706 anggota hadir dan memenuhi syarat mengikuti RAT. Koperasi juga meluncurkan program kredit bunga ringan, yakni gebyar kredit 1 persen menurun per bulan, untuk meningkatkan partisipasi dan keaktifan anggota.
“Program ini kami rancang agar anggota benar-benar merasakan manfaat sebagai pemilik koperasi,” ujar Agung Darma Susila.
Menanggapi dorongan membuka unit usaha sektor riil, pihaknya menyatakan akan melakukan kajian mendalam. Sebagai koperasi simpan pinjam, KSP Sari Sedana Luwih membuka peluang kerja sama dengan koperasi desa merah putih agar anggota memperoleh nilai tambah ekonomi.
Selain agenda utama, RAT juga diramaikan dengan undian dua unit sepeda motor Yamaha Filano, layanan cek kesehatan dan terapi pijat gratis, uang transport kehadiran, serta pembagian beras 5 kilogram kepada peserta. Saat ini, KSP Sari Sedana Luwih memiliki dua kantor operasional di wilayah Dalung, Badung. (Art)