Naik Kelas, UMKM Paving Saba Pangkas Jalur Produksi hingga 98 Persen

UMKM paving di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar.

UMKM paving di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar.

Gianyar,diaribali.com—
UMKM paving di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, dikembangkan melalui optimalisasi tata letak produksi, peningkatan kualitas, profesionalisasi usaha, dan digitalisasi pengadaan.

Hasil evaluasi menunjukkan jarak perpindahan material turun 98,33 persen, perpindahan pekerja 87,50 persen, titik risiko K3 75 persen, serta backtracking material berhasil ditekan hingga 100 persen.

Program kolaborasi Universitas Warmadewa bersama PT Lingga Mertha Jaya ini juga mendorong UMKM menjadi lebih profesional melalui uji kualitas paving, company profile, kesiapan TKDN, dan e-Katalog, sehingga produk lokal semakin siap memasuki pasar dan pengadaan pemerintah.

Transformasi UMKM paving Desa Saba melalui optimalisasi lingkungan produksi, peningkatan kualitas, dan kesiapan digital untuk memperkuat daya saing usaha lokal.

Bagi Desa Saba, pengembangan UMKM paving menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal. Perubahan tata ruang, perbaikan proses kerja, peningkatan kualitas, dan pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi langkah strategis untuk membangun usaha yang lebih efisien, profesional, dan berdaya saing.

UMKM lokal tidak hanya perlu meningkatkan produksi, tetapi juga harus dipersiapkan agar mampu memenuhi standar kualitas, administrasi, dan digitalisasi yang dibutuhkan pasar. (Art)