Matching Fund Unwar Ciptakan Usaha Pertanian Terintegrasi Berbasis Kopi

MATCHING-Tim Matching Fund Unwar me-launching "Pengembangan Usaha Pertanian Terintegrasi Berbasis Kopi dengan Konsep Zero Waste" di UPP Catur Paramita, Desa Catur, Kintamani, Bangli, Sabtu (16/10).
Bagikan

BANGLI-DiariBali

Tim Pelaksanaan Matching Fund Universitas Warmadewa (Unwar) me-launching “Pengembangan Usaha Pertanian Terintegrasi Berbasis Kopi dengan Konsep Zero Waste” di UPP Catur Paramita, Desa Catur, Kintamani, Bangli, Sabtu (16/10). Matching Fund adalah program Kemendikbudristek untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara insan lembaga perguruan tinggi dengan pihak industri.

Ketua Tim Matching Fund Unwar Dr. Ir. I Gede Pasek Mangku, MP., menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memanfaatkan dan mengaplikasikan ilmu dari perguruan tinggi ke dunia industri. “Kegiatan ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai implementasi dari progran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” jelas Pasek Mangku.

Program Matching Fund, kata dia, telah dimulai satu bulan yang lalu karena menunggu masa panen kopi setiap Agustus. Mahasiswa, jelas dia, juga melakukan riset yang didampingi oleh dosen lapangan dan mitra. Matching Fund ini akan dilaksanakan sampai Desember 2021 mendatang. Untuk menyukseskan program ini, mahasiswa dan mitra melakukan pengembangan dalam produksi kopi dari hulu ke hilir tanpa mengahasilkan limbah. Luaran dari kegiatan ini nantinya juga akan dipublis dalam bentuk jurnal.

Mitra Kerja Ketua UPP Catur Paramitha, I Gusti Ngurah Rupa, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menuruntya, Matcing Fund sangat inovatif untuk menghasilkan produk yanb memiliki nilai ekonomis. Sejak awal berdirinya UPP Catur Paramitha sangat mengharapkan kerja sama dari berbagai partner seperti Petani, Pemerintah, Pengusaha, dan Media.

Kepala Dinas Pertanian Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan rasa gembira dan syukur atas keterlibatan Tim Dosen dan mahasiswa Unwar dalam pengembangan usaha kopi di Desa Catur. Seperti yang diketahui sekitar 53 % kopi arabika bali dihasilkan di Kab. Bangli. Sehingga kopi arabika kintamani sudah mendapat pengakuan dari dunia.

Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp. ParK., mengapresiasi kedua pihak yang berkomitmen membangun kolaborasi. Ia berharap, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Unwar, mitra, dan masyarakat.

“Sesuai dengan kebijakan Kemendikbud pada periode ini memang mewajibakan akademisi dan mahasiswa bisa ke luar kampus dengan harapan ilmu yang dikembangkan di kampus mampu diaplikasikan pada masyarakat. Untuk mahasiswa yang terlibat agar mengikuti kegiatan dengan baik khusunya dalam menambah wawaaan, skill, dan kemampuan komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Ir. I Ketut Sugihantara, MSA, dalam arahannya menyampaikan Matching Fund merpakan program berkesinambungan. Yayasan bersama Unwar siap untuk hadir di tengah masyarakat.

“Ini sesuai dengan visi misi Yayasan Kesejahteraan Korpri yaitu untuk membantu dan bermanfaat bagi masyarakat pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Program ini wajib untuk dipertanggung jawabkan oleh Tim Matcing Fund, sehingga ini tidak hanya sekedar kegiatan untuk akademis. Tetapi juga untuk kepentingan dan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya sembari mengingatkan bawah pemasaran akan menjadi tantangan utama. TUM