Marhaenisme Jadi Pesan Koster bagi Gen Z
Bedah Buku Marhaenisme di Kampus Mahasaraswati Denpasar, Selasa (21/7).
Denpasar,diaribali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda menjaga semangat Marhaenisme sebagai pijakan berpikir kritis dan berpihak kepada rakyat di tengah derasnya arus digital. Pesan itu disampaikan saat menghadiri bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7).
Di hadapan ratusan mahasiswa, Koster menilai bedah buku bukan sekadar forum akademik, melainkan ruang berdialog untuk mencari makna nilai-nilai perjuangan bangsa agar tetap relevan bagi Generasi Z yang hidup di era media sosial dan kecerdasan buatan.
Menurut Koster, anggapan bahwa Gen Z apatis tidak sepenuhnya benar.
Ia melihat banyak anak muda masih peduli pada isu keadilan, kesetaraan, dan masa depan bangsa. Kehadiran mahasiswa dalam forum diskusi, katanya, menjadi bukti semangat berpikir dan berdialog masih tumbuh.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan disikapi dengan argumentasi, bukan kemarahan. Budaya membaca dan diskusi, menurutnya, harus terus dirawat sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.
Koster menegaskan pembangunan Bali tidak hanya mengejar infrastruktur, tetapi juga membangun karakter, budaya, dan moral masyarakat. Nilai-nilai lokal seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Menyama Braya harus tetap menjadi fondasi, tanpa menutup diri terhadap kemajuan zaman.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster membacakan puisi Agustus karya Yudhistira Massardi. Sementara Rocky Gerung bersama akademisi Airlangga Pribadi Kusman mengulas relevansi Marhaenisme bagi Generasi Z.
Menutup sambutannya, Koster berpesan agar mahasiswa membiasakan membaca, membangun tradisi diskusi yang sehat, dan mengamalkan ilmu untuk memperjuangkan nilai keadilan, kemanusiaan, serta kemajuan Bali yang tetap berakar pada kearifan lokal. (db)