Koster Pasang Target Lima Besar PON untuk Bali
Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7).
Denpasar,diaribali.com— Gubernur Bali Wayan Koster meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali memperkuat sistem pembinaan atlet sebagai langkah awal menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Kabupaten Buleleng. Target yang dipasang tidak hanya sukses di tingkat daerah, tetapi juga membawa Bali menembus lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
Pesan itu disampaikan Koster saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7). Menurutnya, Porprov harus menjadi fondasi pembinaan atlet menuju prestasi nasional.
Koster menegaskan pembinaan atlet tidak boleh sekadar berorientasi pada latihan rutin. Persiapan fisik, strategi bertanding, hingga kondisi kesehatan atlet harus menjadi perhatian utama agar mampu tampil maksimal saat berlaga.
“Saya minta pembinaan atlet lebih serius dilakukan, baik kesiapan fisik, strategi, dan terutama kesehatan. Kalau itu terpenuhi, saya yakin atlet akan bertanding dengan fokus dan memberikan yang terbaik bagi Bali,” ujarnya.
Rakerprov KONI Bali digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun agenda pembinaan olahraga pada 2026 dan 2027. Forum ini juga diharapkan melahirkan terobosan yang mampu meningkatkan prestasi olahraga Bali secara berkelanjutan.
Koster mengingatkan capaian Bali pada PON sebelumnya yang berada di peringkat ketujuh harus menjadi pijakan untuk meraih hasil lebih tinggi. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan olahraga bekerja lebih terarah agar target lima besar bukan sekadar slogan.
“Khusus PON mendatang, Bali harus berjuang merebut posisi kelima, atau minimal mempertahankan peringkat ketujuh,” tegasnya.
Selain pembinaan atlet, Koster juga mendorong pembenahan sistem organisasi, sarana-prasarana, dan tata kelola KONI. Menurut dia, organisasi olahraga hanya akan berkembang jika memiliki perencanaan yang matang, komitmen yang kuat, dan pola kerja yang profesional.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan Rakerprov menjadi momentum menata seluruh persiapan menuju Porprov 2027 agar pelaksanaannya berjalan tanpa kendala. Hasil Porprov nantinya akan menjadi dasar pembentukan kekuatan Bali menghadapi PON XXII di NTB-NTT.
Giri Prasta menjelaskan kualitas Porprov akan ditingkatkan dengan melibatkan KONI kabupaten/kota secara lebih aktif dalam proses pembinaan. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi ruang seleksi atlet potensial yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Untuk memperkuat daya saing atlet, KONI Bali akan menyiapkan program pemusatan latihan daerah dan nasional menjelang Pra-PON. Di sisi lain, Giri Prasta menegaskan seluruh pengelolaan organisasi harus bebas dari kepentingan politik serta dijalankan secara transparan. “Seribu rupiah pun akan dipertanggungjawabkan sesuai tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan,” katanya. (db)