Bali Summer Run, Saat Lari dan QRIS Berlari Bersama
QRIS Bali Summer Run 2026 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (8/8/2026).
Denpasar,diaribali.com —
Ribuan langkah berlari berpadu dengan kampanye transaksi digital dalam QRIS Bali Summer Run 2026 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (8/8/2026). Ajang yang memasuki tahun kedua ini tak sekadar mengajak warga berolahraga, tetapi juga mengenalkan QRIS sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra ikut merasakan atmosfer lomba dengan menjajal kategori 5K. Ia juga mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perlombaan.
Menurut Dewa Made Indra, antusiasme peserta sudah terlihat sejak pendaftaran dibuka. Jumlah pendaftar yang membeludak menunjukkan olahraga lari semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
“Ajang ini sangat luar biasa. Pesertanya sangat antusias. Ketika pendaftaran dibuka, langsung membludak,” kata Dewa Made Indra.
Ia menilai konsep Bali Summer Run menjadi menarik karena olahraga dipadukan dengan edukasi pembayaran digital. Peserta kategori 10K bahkan diajak melintasi sejumlah kawasan protokol Kota Denpasar.
Namun, di balik riuhnya lomba, ada pesan ekonomi yang ingin disampaikan. QRIS didorong tidak berhenti sebagai alat pembayaran di kawasan perkotaan, tetapi semakin dekat dengan masyarakat hingga pelosok desa.
Dewa Made Indra mengatakan persoalan utama perluasan QRIS di Bali kini bukan lagi akses internet maupun layanan perbankan. Hampir seluruh wilayah Bali telah terkoneksi internet dan relatif mudah mendapatkan layanan perbankan.
“Problemnya adalah sosialisasi,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah mendorong edukasi QRIS dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). QRIS dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil untuk mengikuti perkembangan ekonomi digital.
Penggunaan QRIS juga terus berkembang ke transaksi lintas negara melalui QRIS Cross Border. Kemudahan itu dinilai semakin relevan bagi Bali sebagai destinasi wisata internasional.
“Saya punya keyakinan, QRIS akan menyebar luas di masyarakat. Hari ini hampir semua masyarakat sudah memiliki HP dan seluruh wilayah Bali sudah terjangkau akses internet,” kata Dewa Made Indra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan ajang lari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kampanye QRIS Cross Border. Olahraga menjadi medium untuk menyampaikan pesan digitalisasi pembayaran dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Hari ini rasanya apa yang kita canangkan, yaitu QRIS Cross Border, mendapatkan momentumnya melalui QRIS Bali Summer Run 2026,” ujar Achris.
Bali Summer Run 2026 juga tidak berhenti pada urusan olahraga dan transaksi digital. Sejumlah pelaku kuliner dan UMKM ikut meramaikan kegiatan, membuka ruang promosi bagi produk lokal.
Sisi sosial turut diselipkan. Peserta dan penyelenggara menggalang donasi yang nantinya disalurkan kepada salah satu panti asuhan di Kabupaten Buleleng.
Dengan begitu, lintasan lari di Renon tak hanya menjadi arena mengejar waktu tempuh. Di sana, olahraga, ekonomi lokal, digitalisasi pembayaran, dan kepedulian sosial bertemu dalam satu kegiatan.
Bagi Bali, pesan yang dibawa cukup sederhana: tubuh sehat, transaksi makin mudah, UMKM makin dikenal, dan olahraga bisa menjadi ruang untuk berbagi. (Art)