ITEKES Bali Cetak 235 Ners Baru

NERS-Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, SKp., MNg., P.hD., melantik 235 lulusan Profesi pada Sabtu (13/11) di Convention Hall ITEKES Bali.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali kembali mencetak sebanyak 235 Profesi Ners yang telah dilantik pada Sabtu (13/11) di Convention Hall ITEKES Bali. Mereka berasal dari jalur reguler 196 orang dan 39 dari mahasiswa Program B. Menariknya, enam lulusan terbaik dari kedua jalur tersebut berhasil memperolah indeks prestasi komulatif (IPK) sempurna yakni 4.00.

Rinciannya, tiga orang lulusan terbaik dari mahasiswa regular; Kadek Windy Astuti, Ni Ketut Daivi Madhuryanti, Kadek Deliana. Sedangkan lulusan terbaik dari mahasiswa program B; Made Arya Yunda Cahyani, Ni Nengah Ani Arianti, Dewa Putu Arista Putra. “Semuanya memperoleh IPK 4.00,” kata Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, SKp., MNg., P.hD., saat membacakan sambutannya.

Rektor ingin IPK yang sangat tinggi tersebut mampu dibuktikan di dunia kerja. Karena menurutnya, percuma saja IPK tinggi namun tidak bisa mengimplementasikan di dunia praktik. Tetapi ia optimis, lulusannya tidak mengecewakan. Alumnus ITEKES Bali dilahirkan dari proses yang tidak mudah. Kedisiplinan menjadi kunci iklim akademik di ITEKES Bali. Salah satu buktinya, saat melaksanakan kegiatan di ITEKES Bali selalu ‘on time’.

“Kita sudah berjanji acara pelantikan mulai pukul sembilan pagi. Dan, adik-adik semua tidak ada satu pun yang terlambat. Ini membuktikan bahwa kita semua orang yang disiplin waktu. Disiplin waktu adalah kunci dari keberhasilan. Sebab jika tidak, semua rencana anda akan molor. Jadi kami apresiasi kedisipinan adik-adik,” kata Rektor Darma Suyasa kepada peserta pelantikan.

Ia melanjutkan, keberhasilan yang telah dicapai oleh lulusan Ners-nya semata-mata bukanlah hadiah, bukan juga diraih dengan mudah, namun keberhasilan ini berkat kerja keras mereka, berkat disiplin, semangat pantang menyerah, serta berkat dukungan dari para orang tua dan pihak-pihak lainnya. Waktu 1 tahun perjuangan mereka dalam mengikuti praktik klinik telah membuahkan hasil yang gemilang sehingga bermuara pada upacara pelantikan ini.

Untuk menjadi perawat professional, lanjut Darma Suyasa, para lulusan ini harus mengikuti Uji Kompetensi Nasional seperti yang telah diamanahkan oleh UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan. Pada uji kompetensi Ners Oktober 2021, jumlah lulusan regular yang ikut sebanyak 207 orang dan lulus sebanyak 196 orang dan dari lulusan program B yang ikut uji kompetensi sebanyak 41 orang dan lulus sebanyak 39 orang.

Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berjalan dengan baik di kampus yang ia pimpin. Yang terpenting, ITEKES Bali terus berinovasi.

“Kami telah menerima Ijin Pembukaan Prodi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal dengan SK No. 169/D/OT/2021. Ini merupakan prodi yang sangat langka yang akan menghasilkan akupunturterapis yang terampil dan kompeten dalam pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Pembina Yayasan Penyelenggara Pendidikan Latihan dan Pelayanan Kesehatan (YPPLPK) Bali Drs. I Ketut Widia, B.N. Stud., MM., mewakili Ketua IB Arka mengutarakan hal senada rektor. Dia berharap, lulusan ITEKES Bali menjadi pionir di mana pun berkarir, termasuk menjadi yang terdepan dalam membuka usaha di bidang layanan kesehatan. Selain itu, yang terpenting, para lulusan yang telah berstatus alumnus agar menjada komunikasi dengan kampus.

Apalagi jika ada lulusan yang berniat melanjutkan pendidikan, pihak yayasan sangat mendukung dari sisi pembiayaan. “Di ITEKES Bali sudah ada jurusan Magister Keperawatan. Ada juga Prodi Akupuntur yang sangat langka. Di Indonesia hanya ada dua, di Poltekkes Kemenkes Solo dan ITEKES Bali. Kami di yayasan sangat mendukung para alumni meningkatkan kompetensi pendidikan bahkan sampai jenjang doktor,” jelas Widia.

Di akhir sambutannya, Widia yang juga mantan Ketua STIKES Bali (sebelum menjadi ITEKES) melantunkan pupuh Ginada sebagai pesan bagi lulusannya dalam mengarungi dunia kerja yang penuh persaingan. “Eda ngaden awak bisa. Depang anake ngadanin. Geginane buka nyampat. Anak sai tumbuh luu. Ilang luu buka katah. Yadin ririh liu nu peplajahan”. rl