Hari Kemerdekaan, Refleksi Lawan Pandemi Covid-19

Arya Gangga
Bagikan

Republik Indonesia saat ini telah berumur 76 tahun, namun dibalik itu kita melewati hampir setahun setengah menghadapi pandemi covid-19 terhitung sejak Maret 2020 tahun lalu, begitu banyak hal baru yang harus kita terima sebagai konsekuensi, dari berjalannya aktivitas sosial yang terbatas, ekonomi yang mulai terjun bebas hingga aktivitas pendidikan yang dilakukan secara daring.

Tentu hal ini menjadi perhatian serius bagi generasi-generasi muda yang kelak kemudian hari akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan negara ini, baik dari sektor apapun itu. Jangan sampai pandemi covid-19 saat ini justru menghantarkan kita kepada situasi ketidakpeduliaan terhadap berjalannya roda sosial yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, justru ini bisa menjadi pecut untuk kita generasi muda bahwa jiwa Nasionalisme kita masih tinggi.

Pandemi Covid-19 memang sudah merenggut kebiasaan normal yang biasa kita temukan hari-hari sebelum Covid-19 ini muncul. Sekarang kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus menjaga jarak, mengurangi kapasitas serta intensitas sosial dan juga senantiasa menggunakan masker pada sebagian besar situasi dan kondisi. Namun sekali lagi, jangan sampai Pandemi Covid-19 justru merenggut rasa conta dan jiwa nasionalisme anak-anak muda yang ada di Republik Indonesia ini.

Mari jadikan hari Kemerdekaan Indonesia ini sebagai bentuk refleksi kita dalam menentukan langkah-langkah ke depan. Anak muda adalah kunci dari berlangsunya regenerasi dari sebuah bangsa.

Tercatat dalam sejarah bahwa perubahan selalu dilahirkan melalui generasi-generasi muda. Sudah saatnya generasi muda saat ini bersatu, bergerak dan bertindak. Penuhi segala sektor yang kosong, sudah saatnya kita bangkit, entah itu menggunakan metode apapun.

Mulai dari saling membantu sama lain, hingga mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dirasa kurang berpihak kepada masyarakat. Anak muda jangan takut bersuara, anak muda jangan takut bertindak, diumur Indonesia yg sudah menginjak 76 tahun ini dapat dikatakan sudah tidak muda lagi. Mari galang solidaritas kaum” muda, kita tidak bisa diam lagi.

Simpan ponselmu, bangun dari tempat tidurmu, dan buat perubahan di sekitarmu. Mungkin itu hadiah yang tak ternilai dari diri kita untuk Indonesia ke depan.

Dulu sempat ada yang berkata kepada saya, bahwa perubahan itu digagas oleh orang-orang yang berani, dikawal oleh orang-orang yang cerdas dan dijalankan oleh orang-orang yang tulus. Maka pastikan kitalah orang-orang berani, cerdas dan tulus itu.

Dirgahayu Republik Indonesia.
Arya Gangga, Aktivis KMHDI/Founder Praga Pustaka Bali