Unwar Kenalkan Sistem Antrean Warna, Pemedek di Pura Gelgel Kini Lebih Tertib
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unwar di Pura Kawitan Pasek Gelgel Bendesa Tangkas Kori Agung, Banjar Tangkas, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, Minggu (14/6).
Klungkung,diaribali.com – Universitas Warmadewa (Unwar) menghadirkan inovasi sederhana untuk membantu pengaturan pemedek di pura. Melalui sistem antrean berbasis indikator visual warna, arus umat yang datang bersembahyang diharapkan lebih tertib, aman, dan nyaman tanpa mengurangi kesakralan prosesi keagamaan.
Inovasi tersebut diperkenalkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unwar dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan di Pura Kawitan Pasek Gelgel Bendesa Tangkas Kori Agung, Banjar Tangkas, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, Minggu (14/6). Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM).
Tim pengabdian dipimpin I Putu Yudi Prabhadika bersama Ida Ayu Trisna Yudi Asri dan I Made Sastra Dwikiarta, serta melibatkan mahasiswa Unwar dalam proses implementasi di lapangan.
Pelatihan diikuti pengempon pura, pecalang, dan masyarakat. Mereka dikenalkan pada sistem pengaturan antrean menggunakan lampu indikator berwarna yang dipadukan dengan kartu antrean sesuai warna, sehingga pemedek dapat mengetahui giliran memasuki area utama pura secara lebih mudah.
Ketua Tim PkM, I Putu Yudi Prabhadika, mengatakan sistem tersebut dirancang sederhana sehingga dapat dioperasikan oleh semua kalangan tanpa membutuhkan kemampuan teknologi yang rumit.
“Melalui indikator visual berupa lampu warna dan kartu antrean yang sesuai, pemedek dapat masuk secara bergiliran. Cara ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan, meningkatkan kenyamanan beribadah, sekaligus memudahkan tugas pengempon dan pecalang,” ujarnya.
Anggota tim, I Made Sastra Dwikiarta, menambahkan keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikan dan merawat sistem tersebut secara berkelanjutan.
Dalam pelatihan itu, peserta juga mengikuti simulasi mulai dari pembagian kartu antrean, pengoperasian panel kontrol dan lampu indikator, hingga pengaturan alur masuk pemedek berdasarkan warna yang ditampilkan.
Simulasi mendapat sambutan positif dari pengempon pura. Sistem tersebut dinilai praktis, mudah diterapkan, serta tetap menghormati nilai-nilai budaya dan kesucian kawasan pura.
Kelihan Pengempon Pura Kawitan Pasek Gelgel Bendesa Tangkas Kori Agung mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Universitas Warmadewa. Menurutnya, sistem ini akan sangat membantu mengatur arus pemedek saat piodalan maupun hari-hari besar keagamaan ketika jumlah umat meningkat.
Selain pelatihan, tim Unwar juga memberikan pendampingan awal agar sistem dapat dioperasikan secara mandiri oleh pengempon pura. Ke depan, inovasi ini diharapkan menjadi model teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan di pura-pura lain di Bali.
Melalui program pengabdian ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya dalam mengembangkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat adat diharapkan mampu mewujudkan tata kelola kerumunan yang lebih aman, tertib, dan nyaman sehingga umat dapat beribadah dengan lebih khusyuk. (Art)