Tahun Ini KAT UNR Libatkan 550 Mahasiswa, Bantu Tangani Dampak Pandemi

PEMBUKAAN dan Pelepasan KAT UNR 2021/2022, Senin (1/11) di Aula UNR, Denpasar.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Sebanyak 550 orang mahasiswa didampingi 55 orang dosen Universitas Ngurah Rai (UNR) akan diterjunkan dilima kabupaten/kota; Denpasar, Kabupaten Badung, Bangli, Gianyar, Klungkung, untuk membantu mengangulangi dampak Pandemi Covid-19.

Selama empat bulan ke depan, agenda pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam program Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) tahun akademik 2021-2022 ini, mahasiswa akan dibagi kedalam 25 kelompok.

Peran dosen sangat penting dalam menginisiasi kegiatan ini, karenanya masing-masing dosen pembimbing diberikan kebebasan menentukan lokasi dan mitra pengabdian. Demikian dikatakan Ketua Panitia KAT UNR 2021/2022 Yudistira Adnyana, SE., M.Si., di sela pembukaan dan pelepasan KAT di Kampus UNR, Jalan Padma Penatih, Senin (1/11). Pembukaan KAT dilaksanakan perpaduan daring dan luring dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Yudistira menambahkan, KAT termasuk dalam mata kuliah intrakulikuler yang wajib diikuti mahasiswa. Tema yang diusung tahun ini yakni “Melalui KAT UNR Tahun 2021/2022, Kita Tingkatkan Kinerja Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Berpartisipasi Menanggulangi Dampak Pandemi”. Menurutnya, tema ini masih sangat relevan dengan situasi kekinian.

“Meski pun kasus Covid-19 di Bali sudah melandai, namun kita mesti tetap waspada. Dan harus perlu diingat, dampak pandemi sangat besar, diperlukan waktu dan kerja sama semua pihak agar situasi khususnya perekonomian kembali normal,” kata Yudistira.

Ketua Panitia KAT UNR Yudistira Adnyana

Lebih lanjut, Yudistira yang juga Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNR ini mengungkapkan, KAT merupakan salah satu sasaran sasaran kinerja publikasi dalam rangka persiapan akreditasi institusi. “Luaran KAT ini berpa jurnal bagi dosen dan artikel bagi mahasiswa yang nanti akan diseminarkan,” jelasnya.

Ia berharap, kehadiran mahasiswa UNR dengan konsep kolaboratif lintas disiplin ilmu mampu memetakan, merumuskan hingga memecahkan permasalahan di desa tempat melaksanakan pengabdian. Dia berpendapat, setiap permasalahan memang tidak bisa diselesaikan dari satu disiplin ilmu.

Pada kesempatan yang sama Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti menjelaskan, KAT adalah sebuah tantangan menarik karena mahasiswa dituntut belajar menggabungkan disiplin ilmu yang berbeda-beda. Dengan konsep multi-disiplin seperti ini, ia yakin persoalan msyarakat bisa didampingi, terlebih lagi bisa dipecahkan.

Rektor UNR Ni Putu Tirka Widanti

Berbeda dengan tahun lalu, KAT lebih difokuskan dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di sejumlah kabupaten/kota di Bali karena memontumnya bertepatan. Selain itu, UNR juga telah menjalin MoU dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Sehingga UNR wajib mendukung kelancaran pesta demokrasi dengan protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin selaku nara sumber tunggal memuji program KAT UNR. Bahkan ia menyebut, hanya UNR satu-satunya perguruan tinggi di Bali yang memiliki konsep kuliah kerja nyata yang unik, durasi waktu panjang serta menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pihaknya meminta Civitas Akademika UNR turut menyukseskan program-program pemerintah, khususnya terkait penanganan pandemi dan dampaknya. “Semoga kehadiran mahasiswa Universitas Ngurah Rai di tengah masyarakat bisa memotivasi, memecahkan masalah sehingga perekonomian kita kembali normal, terlebih akses pariwisata sudah dibuka,” kata dia berharap. (VAN)