Sekretaris DPD Hanura Bali Mengundurkan Diri

FOTO: Sekertaris DPD Hanura Bali I Putu Indra Mandhala Putra, menunjukkan surat pengunduran diri sebagai kader Hanura, Selasa (2/11/2021).
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Beberapa hari setelah Sekjen DPP Partai Hanura Gede Pasek Suardika (GPS) mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus melepas keanggotaan dari Hanura, gerbong DPD Hanura Bali juga melakukan hal yang sama. Terbukti, I Putu Indra Mandhala Putra, selaku Sekretaris DPD Hanura Bali menyatakan pengunduran diri dari jabatannya serta sebagai kader partai Hanura.

“Dengan ini menyatakan bahwa saya (I Putu Indra Mandhala Putra-red) mengundurkan diri dari jabatan saya tersebut di atas, sekaligus sebagai kader dan anggota Partai Hati Nurani Rakyat dikarenakan kesibukan pekerjaan dan jalan perjuangan politik partai yang saya rasakan semakin jauh dari harapan,” kata Indra Mandhala dalam surat tertulis, Selasa (2/11).

Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan kepadanya. Tak lupa ia menyertakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan selama ia menjadi pengurus partai besutan Oesman Sapta tersebut. “Demikian surat pengunduran diri ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Terima kasih,” katanya, dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (2/11).

Politisi muda yang berprofesi sebagai notaris dan PPAT ini enggan menjawab jika pengunduran dirinya untuk melapangkan jalan melompat sebagai kader Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang diketuai GPS. “Soal itu (gabung ke PKN-red), masih belum lah. Nanti lihat situasi,” kata dia.

Pengamat politik dari Universitas Ngurah Rai Gede Wirata mengatakan pengunduran diri atau loncat-meloncat seorang kader dalam dunia politik itu bukan hal yang istimewa. Di zaman demokrasi ini, menurut dia, siapa pun bebas memilih selama tidak melanggar aturan.

Wirata pun memprediksi, Indra Mandhala yang diketahui loyalis GPS ini akan mengikuti jejak sang idola. Kemungkinan besar kader-kader muda Partai Hanura Bali juga ikut menyusul. “Jadi istilahnya, kemana kepalanya pasti badan dan ekor mengikuti. Tapi kembali lagi, urusan gabung ke PKN itu hanya yang bersangkutan yang tahu,” jelas Wirata, dikonformasi di Denpasar, pada waktu yang sama.

Lebih lanjut ia mengakatakan, fenomena seperti ini baik bagi iklim demokrasi, terlebih melibatkan kader-kader milenial. Secara tidak langsung, anak-anak muda telah melakukan proses regenerasi politisi secara alami. “Saya salut dengan politisi-politisi muda yang berani mengambil keputusan. Selagi muda, silakan belajar agar kelak menjadi politisi hebat andalan Bali,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, menyatakan mundur sebagai kader Partai Hanura. Ia kemudian didapuk sebagai Ketua Umum PKN. Hal itu diungkap salah satu inisiator PKN, Sri Mulyono. Dia menyebutkan, partai ini banyak diikuti dan didirikan oleh para loyalis mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

“Sebenarnya begitu mendengar, seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat sehingga tidak bisa maksimal. Kami sudah meminta GPS untuk keluar saja dan merintis dari nol dan lebih sehat,” kata Sri Mulyono dalam keterangannya, Sabtu (30/10). (VAN)