Koster Libatkan 39 Kampus, Hampir 13 Ribu Mahasiswa Turun Bangun Desa Bali

Wayan Koster (Angkat Tangan) saat meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera.

Wayan Koster (Angkat Tangan) saat meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera.

Denpasar,diaribali.com – Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Rabu (15/7). Program ini dirancang untuk mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi.

Koster menegaskan pembangunan Bali tidak boleh hanya berfokus pada kawasan perkotaan dan pariwisata. Menurutnya, desa harus menjadi pusat pertumbuhan karena menjadi ruang utama pelestarian budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Bali.

Program tersebut merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. Pemerintah menggandeng perguruan tinggi agar pengabdian masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi menjadi solusi nyata bagi persoalan di desa.

Tahun ini, program melibatkan 39 perguruan tinggi dengan 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing yang akan diterjunkan ke desa-desa di seluruh Bali.

Koster meminta mahasiswa hadir sebagai pembelajar, pemecah masalah, inovator, sekaligus calon pemimpin yang mampu meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan laporan kegiatan.

Fokus pengabdian diarahkan untuk mendukung program prioritas Pemprov Bali, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan plastik sekali pakai, perlindungan lingkungan, pertanian organik, penguatan UMKM desa, pelestarian adat dan budaya, hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan pemerintah pusat mendukung penuh program tersebut. Menurutnya, Desa Kerthi Bali Sejahtera sejalan dengan kebijakan Kemendiktisaintek yang mendorong pengabdian masyarakat berdampak langsung.

Ia mengatakan kementerian juga tengah menyiapkan program Mahasiswa Berdampak serta siap mendukung kebijakan Pemprov Bali, terutama dalam pengelolaan sampah dan program pembangunan berbasis masyarakat. (db)