Polkesden Kolaborasi dengan Poltekkes Semarang dan Pemkab Badung Gelar Pengabmas Unggulan Nasional PPDS

Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar (Polkesden) bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Kemenkes Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menggelar Pengabdian Masyarakat Unggul Nasional Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) di Desa Tibubeneng.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar (Polkesden) bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Kemenkes Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menggelar Pengabdian Masyarakat Unggul Nasional Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) di Desa Tibubeneng, lalu meluas ke wilayah Kuta Utara.

Dr. Komang Ayu Henny Achjar, SKM. MKep.SpKom, bertindak selaku ketua tim Pengabmas dengan anggota Dr. Aris Santjaka SKM., M.Kes.,   I Ketut Sudiantara. SKep. Ns. MKes., I Ketut Gama. SKM. MKes., I Nyoman Jirna, SKM., M.Si., serta Dr. Drs. I Wayan Sudiadnyana, SKM, MPH.

Dikonfirmasi di Denpasar, Senin (22/11) Ayu Henny Achar menjelaskan, pengabdian tersebut fokus pada penanganan tuberkulosis yang jumlanya cukup tinggi di Kabupaten Badung. Gangguan kesehatan yang dominan diderita oleh kaum lanjut usia (lansia) ini, diharapkan mampu ditekan melalui kegiatan-kegiatan yang dikemas dalam pengabmas dari April hingga Desember 2021 mendatang.

“Kami ingin menciptakan pelayanan kesehatan tuberkulosis terintegrasi, meliputi penyuluhan tentang perawatan, asupan gizi,  olah raga dan kesehatan lingkungan tuberkolusis terkait modifikasi kamar yang dihuni pasien, kamarisasi, ventilasi, pencahayaan, kelembaban, kepadatan, sirkulasi, suhu dengan melalukan modifikasi kamar/ bedah kamar TB dan pembuatan miniatur rumah s ehat sebagi contoh rumah sehat tuberkulosis,” jelasnya.

Selanjutnya, pengabmas ini bertujuan juga membentuk kelompok swabantu yang anggotanya dari penderita tuberkulosis untuk sharing informasi tentang konten penanganan tuberkulosis (media promosi kesehatan tuberkulosis, kesaksian/positive deviance, support group, pemberdayaan rumah sehat tuberkulosis).

“Kami telah menggelar pelatihan terintegrasi dalam penanganan kasus tuberkulosis yang melibatkan petugas Perkesmas Puskesmas, Tim KBS, PMO, kader, keluarga pasien tuberkulosis dan kelompok swabantu. Serta pemeriksaan kesehatan langsung pasien tuberkulosis yang dilakukan mitra (puskesmas) untuk kegiatan PSP,” imbuh  Ayu Henny Achjar.

Selanjutnya, telah menggelar pemeriksaan kesehatan langsung pasien tuberkulosis yang dilakukan sekaligus saat setelah penyuluhan kesehatan kepada keluarga dan pasien (pengukuran vital sign dan pemberian terapi komplementer), pembuatan miniatur contoh rumah sehat yang digunakan sebagai media penyuluhan tuberkulosis untuk memberikan gambaran bagaimana lingkungan rumah yang diperlukan pada keluarga tuberkulosis.

Terkait modifikasi kamar pasien telah direalisasikan pada 2 keluarga yakni,

Keluarga H. Samaun Abdul Rozag, yang terletak di Banjar Canggu Permai No. B 29, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, dan Keluarga Sugiyono/ Endang wahyuni, Dalung Permai Blok XX No. 6.

“Untuk merampungkan rumah sehat tuberkulosis tidak sampai memakan waktu satu bulan dari pembongkaran awal. Kami juga telah membagikan paket kebutuhan pokok untuk peningkatan daya tahan tubuh pasien tuberkulosis,”  sambungnya. TUM