Pemkot Denpasar Gelar Pra Musrenbang Percepatan Penurunan Stunting 2026

PraMusrenbang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3).

PraMusrenbang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3).

Denpasar, diaribali.com –
Pemerintah Kota Denpasar melalui Bappeda Kota Denpasar menggelar Pra Musrenbang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama penurunan prevalensi stunting.
Arya Wibawa menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Dampaknya bersifat jangka panjang, mulai dari tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, produktivitas, hingga daya saing bangsa.
Menurut dia, dalam visi pembangunan Kota Denpasar sebagai “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan Berlandaskan Nilai-Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, penurunan stunting menjadi bagian integral untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang berkeadilan.
Data menunjukkan prevalensi stunting di Denpasar masih fluktuatif. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024, angka stunting tercatat 10,8 persen. Sementara Survei Status Gizi 2024 mencatat penurunan menjadi 10,4 persen.
“Capaian ini tentu belum sesuai ekspektasi kita bersama. Kita masih menghadapi tantangan pada sejumlah indikator layanan, khususnya intervensi bagi remaja putri, pasangan calon pengantin, pencegahan anemia, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta layanan spesifik bagi baduta dan balita,” ujar Arya Wibawa.
Ia menambahkan, evaluasi perlu dilakukan agar intervensi semakin tepat sasaran dan efektif. Upaya percepatan penurunan stunting di Denpasar diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 69 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Tema pembangunan Kota Denpasar Tahun 2027, yakni “Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM serta Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Budaya melalui Transformasi Digital Menuju Denpasar Maju”, juga selaras dengan agenda tersebut.
Adapun strategi yang diperkuat meliputi penguatan intervensi promotif dan preventif pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di puskesmas beserta jaringannya, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader pendamping keluarga.
Selain itu, penguatan konvergensi lintas sektor melalui analisis situasi berbasis data, perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi berkala juga menjadi fokus. Pemerintah juga mendorong penguatan perencanaan dan penganggaran melalui penandaan program stunting, serta peningkatan kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, desa adat, dan partisipasi masyarakat.
“Saya menekankan pentingnya peran kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai garda terdepan. Konvergensi harus nyata di lapangan, bukan hanya dalam dokumen perencanaan,” tegasnya.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Denpasar Ni Luh Putu Sari Dewi mengatakan, Pra Musrenbang ini bertujuan mengevaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan penurunan stunting serta merumuskan usulan program intervensi yang akan diintegrasikan dalam RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari unsur perangkat daerah, instansi vertikal, Tim Penggerak PKK, UPTD puskesmas se-Kota Denpasar, BPS, Kantor Kementerian Agama, camat, perbekel/lurah, Majelis Madya Desa Adat, perguruan tinggi, Ikatan Bidan Indonesia, hingga DPD KNPI Kota Denpasar.
Rangkaian acara diawali dengan paparan dari perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, dan Bappeda Kota Denpasar terkait sinkronisasi serta rencana penanganan stunting Tahun 2027. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian masukan dari peserta sebagai bahan penyempurnaan program.
Melalui Pra Musrenbang ini, Pemkot Denpasar berharap konvergensi percepatan penurunan stunting dapat terimplementasi secara nyata, sehingga terwujud generasi Denpasar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Tas)