Mahasiswa Polkesden Raih Juara Harapan I Ajang Mawapres Nasional

I Wayan Yogik Prayoga menunjukkan piagam dan trofi penghargaan atas prestasi yang diraihnya.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Prestasi membanggakan ditorehkan I Wayan Yogik Prayoga, mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar. Dia berhasil meraih Juara Harapan I dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Poltekkes Kemenkes Tingkat Nasional Tahun 2021. Acara penganugerahan dan pemberian penghargaan dilaksanakan pada Senin (15/11) lalu di Hotel Mercure Ancol, DKI Jakarta.

Pemilihan Mawapres dilaksanakan secara berjenjang yaitu di tingkat Poltekkes Kemenkes dan tingkat nasional. Pemilihan di tingkat Poltekkes Denpasar diikuti oleh 6 peserta perwakilan dari jurusan keperawatan, kesehatan gigi, kebidanan, teknologi laboratorium medik, gizi, dan kesehatan lingkungan. Yogik perwakilan dari jurusan keperawatan. Pemilihan ini dilakukan dengan presentasi karya ilmiah dan produk karya cipta mahasiswa menggunakan bahasa Inggris. Dilanjutkan dengan sesi wawancara dan tanya jawab.

Setelah berhasil menjadi yang terbaik di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Yogik pun melaju ke tingkat nasional. Total jumlah peserta di tingkat nasional sebanyak 37 peserta. Mereka berasal dari seluruh Poltekkes Kemenkes yang ada di Indonesia. Dalam seleksi tahap awal dilakukan melalui penilaian portofolio, terpilih 10 Besar Mawapres Tingkat Nasional. Peserta yang lulus seleksi tahap awal selanjutnya mengikuti seleksi tahap akhir tanggal 21-24 September 2021 di Jakarta.

Dalam kompetisi ini, Yogik membawa produk karya ilmiah yang berjudul “Spray Mata Isoflora (Isotoma Longiflora) sebagai Upaya untuk Mencegah Computer Vision Syndrome (CVS) Berbasis Tindakan Komplementer”. Dengan Dosen Pembimbing, Ners. I Made Sukarja. S.Kep. M.Kep. “Ketika di Jakarta saya didampingi oleh salah satu dosen sekaligus Sekertaris Jurusan Keperawatan Bapak Gama selama empat hari di Hotel Kristal, Cilandak Barat, Jakarta,” ujarnya.

Di hari pertama, peserta mengikuti tes psikologi. Di hari kedua, dilakukan penilaian aspek bahasa Inggris dengan mekanisme impromtu speech dan question answer. Tes ini berdasarkan topik yang didapat 2 menit sebelum melakukan speech. Selanjutnya presentasi produk karya ilmiah di depan seluruh dosen pembimbing dari Poltekkes yang masuk 10 besar, dewan juri, serta panitia.

Para peserta juga penampilan seni dan budaya secara berkelompok. “Saya sendiri membawakan nyanyian dan tarian Janger pada sesi talent budaya yang diiringi oleh teman-teman lainnya yang berpartisipasi ikut bernyanyi dan menari,” ujar mahasiswa kelahiran Gianyar 3 Mei 2001 ini.

Adapun 10 Besar Pemilihan Mawapres Poltekkes Kemenkes Tingkat Nasional Tahun 2021 adalah Juara 1 Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Juara 2 Poltekkes Kemenkes Palangkaraya, Juara 3 Poltekkes Kemenkes Bandung. Kemudian Harapan I Poltekkes Kemenkes Denpasar, Harapan II Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Selanjutnya Peringkat 6 Poltekkes Kemenkes Padang, Peringkat 7 Poltekkes Kemenkes Banten, Peringkat 8 Poltekkes Kemenkes Malang. Peringkat 9 Poltekkes Kemenkes Surabaya dan Peringkat 10 Poltekkes Kemenkes Jakarta II.

Yogik mengaku bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Dia berharap penerapan “Spray Isoflora” hasil penelitiannya ini dapat membawa dampak postif dan efek penyembuhan bagi masyarakat dan mahasiswa dengan gejala CVS. “Berdasarkan penelitian yang saya lakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan Spray Isoflora efektif untuk mengurangi gejala CVS pada 15 pasien yang diteliti,” ucapnya. rl