Koster Soroti Data Penerima Bansos
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti Zoom meeting.
Denpasar,diaribali.com- Gubernur Bali, Wayan Koster, meminta pembenahan data penerima bantuan sosial agar penyaluran bansos tidak lagi meleset sasaran. Penegasan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali secara daring dari Jakarta, Selasa (26/5).
Menurut Koster, digitalisasi bansos tidak akan efektif tanpa data yang akurat. Ia menilai persoalan klasik bantuan sosial selama ini kerap muncul karena validitas penerima yang lemah.
“Data penerima harus dibenahi dengan baik supaya bantuan sosial tepat sasaran,” ujar Koster.
Bali saat ini menjadi satu-satunya provinsi yang dijadikan proyek percontohan digitalisasi penyaluran bantuan sosial nasional, terutama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan.
Sebanyak 8.416 agen digitalisasi disiapkan di seluruh Bali. Mereka bertugas membantu masyarakat mengakses dan mengajukan berbagai program bantuan sosial hingga ke tingkat desa.
Koster menegaskan, para agen tidak hanya dituntut memahami sistem digital, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan warga, terutama masyarakat desa yang menjadi kelompok penerima bantuan terbesar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar persoalan kemiskinan bisa ditangani lebih terukur.
Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Tirta Sutedjo, menyebut Bali menjadi daerah penting dalam uji coba nasional digitalisasi bansos karena melibatkan seluruh kabupaten/kota.
Menurut dia, skema digital ini diharapkan membuka akses bagi masyarakat miskin dan rentan yang selama ini belum tersentuh bantuan pemerintah.
“Keberhasilan Bali akan menjadi contoh untuk penerapan secara nasional,” kata Tirta.
Selain bansos, integrasi layanan digital ke depan juga diarahkan menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, hingga program peningkatan pendapatan masyarakat. (db)