Jumlah Penduduk Miskin di Bali Meningkat Tajam, Total 201 Ribu

Ilustrasi Kemiskinan (foto: Ist)

“Dampak Pandemi Covid-19 yang nerambak satu setengah tagun ternyata berdampak pada ekonomi Pulau Dewata menurun, kemudian berimbas pada naiknya angka kemiskinan yang signifikan, sehingga total angka kemiskinan di Bali berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali total 201.970 per Maret 2021”

DENPASAR-DiariBali
Jumlah penduduk miskin di Bali terus bertambah. BPS Bali memaparkan, pada periode Maret 2020 hingga Maret 2021, ada tambahan sebanyak 37.000 orang warga miskin di daerah ini.

Dilansir dari Balinesia.com,
berdasarkan data per Maret 2020, jumlah penduduj miskin di Bali sebanyak 165.190 orang. Namun, akibat pandemi ini, pada Maret 2021 naik sekitar 36 ribu penduduk. Berdasar data jumlah total penduduk miskin data terbaru sebanyak 201.970 orang.

Untuk diketahui, penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk dengan pengeluaran per kapita di bawah (atau lebih rendah) dari besaran yang disebut sebagai garis kemiskinan. Pada kondisi Maret 2021, garis kemiskinan di Provinsi Bali tercatat sebesar Rp452.221 per kapita per bulan.

“Meski begitu pada maret masih di bawah angka rata-rata nasional yang tercatat 10,14 persen. Jadi meskipun naik tapi Bali masih tercatat sebagai provinsi terendah untuk angka kemiskinannya secara nasional,”jelasnya, Kepala BPS Bali Hanif Yahya, Kamis (15/7/2021).

Yahya memaparkan, garis kemiskinan yang paling banyak menyebabkan penduduk miskin adalah makanan sebesar 69 persen sedangkan non makanan 31 persen. Diakuinya peningkatan penduduk miskin tersebut ada pengaruh dari pandemi Covid-19. 

Menariknya, penduduk miskin di Bali justru yang tinggal di perkotaan, peningkatan drastis hingga 100.000 orang. Berbeda jauh dengan penduduk yang tinggal di perdesaan terangkat sebanyak 7.570 orang. (Tim)