“Fourgriska” Berbagi di Hari Kemerdekaan

Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Di bawah kepemimpinan I Ketut Suarya, SMK PGRI 4 Denpasar terus bergerak membantu warga sekitar. Tepat saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang jatuh pada Selasa (17/8), SMK PGRI 4 Denpasar membagikan puluhan paket bahan kebutuhan pokok untuk warga Padangsambian yang terdampak langsung Pandemi Covid-19. Data penerima diperoleh dari kelurahan.

Suarya yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar menjelaskan, selain menjadi agenda sekolahnya, peduli sesama juga bertujuan mengimplementasikan amanat Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Dinas Pendidikan yang meminta agar sekolah peka terhadap kondisi warga sekitar di tengah himpitan ekonomi. Sebelumnya, di organisasi PGRI Kota Denpasar, telah melakukan aksi serupa di seluruh cabang kecamatan dan cabang khusus.

“Di hari kemerdekaan ini, saya bermaksud mengajak jajaran guru dan pegawai untuk merasakan kegalauan warga yang kehilangan pekerjaan. Mari bergotong-royong dan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar Indonesia, Bali dan khususnya Denpasar terbebas dari cengkraman virus korona,” kata Suarya.

Ia mengakui, sebetulnya semua pihak merasakan imbas pandemi ini tak terkecuali lembaga pendidikan. Namun ia mengaku bersyukur bahwa SMK swasta dengan nama beken “Fourgriska” itu masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dengan jumlah peserta didik baru yang signifikan.

Lebih lanjut, paktisi pendidikan asal Tabanan ini berharap, pemerintah segera merealisasikan bantuan paket kuota internet bagi siswa dan guru guna menyukseskan pemebelajaran berbasis online. “Bantuan kuota internet sangat penting sebelum ditetapkan tatap muka langsung. Jadi saya mohon juga kepada guru agar terus inovatif agar pembelajaran tidak membosankan. Memang tidak mudah untuk mengajar dan mendidik jarak jauh,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Fourgriska I Gusti Bagus Wiadnyana mengatakan hal senada. Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan bantuan di tengah situasi yang sulit ini. Sehingga ia mengajak para donatur untuk terus berbagi meski jumlahnya tidak banyak.

Ia mengingatkan kembali bahwa SMK PGRI 4 Denpasar adalah sekolahnya warga Padangsambian sehingga sudah sepatutnya saling mendukung. Fourgriska, menurutnya, telah menunjukkan empati terhadap warga sejak covid baru muncul. “Kami langsung minta Pak Kepala Sekolah untuk tidak memungut uang praktik dan uang gedung. Dan beliau sangat setuju,” kata dia.

Untuk memotivasi orangtua peserta didik di tengah wabah, Bagus Wiadnyana meminta orangtua tidak terjebak dalam ketakutan yang berlebihan. Menurutnya, mati dan sakit adalah sesuatu yang pasti terjadi dalam hidup, hanya saja manusia bisa memperlambat kedatangannya.

“Semua yang lahir pasti mati. Semua yang hidup pasti pernah merasakan sakit. Jadi tidak perlu takut berlebihan. Buatlah virus yang takut pada kita dengan rajib mencuci tangan pakai sabun, jauhi kerumunan, jaga jarak dan pakai masker. Dengan demikian, kematian pun menjauh. Mari tetap optimis,” kata Bagus Wiadnyana.

Lurah padangsambian yang diwakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial mengaku berterima kasih kepada SMK PGRI 4 Denpasar karena terus membantu warganya. Kegiatan diawali dengan Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke -76 dan dirangkai syukuran secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat. (BAQ/TIM)