Dosen Unwar Diminta Tingkatkan Produktivitas Penelitian

PENELITIAN-Suasana penyerahan kontrak hibah penelitian oleh Ketua YKKPB yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, di Kantor Sekertariat YKKPB, Denpasar, Kamis (20/5/2021).
PENELITIAN-Suasana penyerahan kontrak hibah penelitian oleh Ketua YKKPB yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, di Kantor Sekertariat YKKPB, Denpasar, Kamis (20/5/2021).
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali (YKKPB) melalui Warmadewa Research Center (WaRC) mengucurkan dana penelitian untuk 16 proposal yang lolos seleksi ke tahap selanjutnya. Penyerahan kontrak hibah penelitian berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, di Kantor Sekertariat YKKPB, Denpasar, Kamis (20/5/2021).

Ketua YKKPB Dr. Drs. AA Gde Oka Wisnumurti, M.Si., di sela kegiatan menjelaskan, kampus dan dosen adalah roh dari penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Artinya, aktivitas tri dharma tergantung dari bagaiamana dosen atau tenaga kependidikan menyeimbangkan porsi tri dharma yang dilakukan di kampus, mencakup pengabdian, penelitian dan pengajaran.

“Kami sangat mendorong porsi tri darma agar berjalan seimbang. Apalagi, Universitas Warmadewa (Unwar) mengemban Visi; Bermutu, Berwawasan Ekowisata dan Go Global tahun 2034,” kata Wisnumurti. Untuk mencapai visi tersebut, seluruh tenaga kependidikan harus menunjukkan peningkatan mutu, salah satunya mutu penelitian.

Kata Wisnumurti, Unwar memiliki dua lembaga penelitian yang menjadi tempat seluruh dosen/tenaga kependidikan mengembangkan pikiran-pikirannya lewat jalur penelitian. “Ada Lembaga Penelitian (Lemlit) di bawah rektor, dan WaRC di bawah yayasan. Jika dosen kesulitan di Lemlit, bisa masuk WaRC. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak produktif meneliti,” jelasnya.

Wisnumurti memuji perkembangan WaRC yang menurutnya telah berkembang pesat sejak didirikan tiga tahun lalu. WaRC, lanjut dia, sudah mampu mengangkat level penelitian dari klaster binaan menjadi utama. Ia berharap, WaRC mampu menggedor dana penelitian yang bersumber dari luar, baik nasional maupun internasional.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP &E., Sp. ParK., membeberkan, pendirian WaRC bertujuan membantu meningkatkan kegiatan penelitian di Unwar. Secara organisasi, WaRC ada di yayasan, tapi dalam praktiknya adalah badan yang diharapkan membantu pusat penelitian di Unwar.

“Kondisi kita sekarang dengan adanya badan ini, jumlah penelitian secara kuantitas sangat banyak, meningkat. Kita menjadikan lembaga menempati klaster nasional. Sekarang klaster utama. Saat ini, saya minta mereka memfasilitasi dosen untuk menggaet dana di Dikti,” harap rektor.

Seiring naiknya klaster tersebut, seharusnya Unwar mampu merebut porsi lebih besar dari total dana penelitian di Dikti sebesar Rp 15 Miliar, mengingat Unwar memiliki dosen sebanyak 415 orang dengan kualifikasi doktor lebih dari 100 orang.

Ia mengaku, presentase serapan dana penelitian yang didapat Unwar masih kecil, sehingga animo dosen harus ditingkatkan sesuai kebijakan rektor tahun 2019 yang mengamanatkan setiap dosen Unwar minimal melakukan satu penelitian per tahun.

Ketua WaRC I Nyoman Gede Mahaputra, S.T., M.Sc., Ph.D., menyebut, 16 proposal penelitian yang diberikan dana hibah telah melewati proses seleksi yang sangat ketat hingga lolos ke tahap penelitian. WaRC, kata pemilik sapaan karib Mang De ini, memiliki tugas menyeleksi proposal penelitian.

“Warmadewa Research Center adalah lembaga yang berfokus kepada pelaksanaan riset ekowisata. Diharapkan nantinya ada narasi tandingan terhadap narasi pembangunan pariwisata massal, bahwa pariwisata Bali bisa menghargai lingkungan, mengedepankan kepentingan masyarakat lokal, dan mementingkan kebudayaan setempat,” pungkas dia. (REL/TIM)