Buntut Viral Dimedsos Dugaan Penistaan, Dewan Desak Kembangkan Pendidikan Agama

Darmawati
AA Ngurah Adhi Ardhana saat membacakan Pandangan Fraksi dalam Sidang Paripurna, Senin (19/4).

Denpasar, Diari Bali
Buntut dugaan penistaan dan penodaan agama yang disebarkan akun youtube “IstiqomahTV” yang viral di media sosial sejak 15 April lalu yang disampaikan dalam tauziah atau ceramah yang dilakukan oleh Dr. Desak Made Darmawati, seorang pengajar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) membuat Dewan Perwakian Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mendesak pemerintah agar mengembangkan pendidikan berbasis Agama Hindu di Bali.

Pengembangan pendidikan Agama Hindu dimaksud untuk memperkuat ajaran-ajaran Hindu di sekolah untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan tentang agama bagi generasi muda Hindu Bali.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali AA. Adhi Ardhana dalam penyapaian pandangan fraksi atas pendapat Gubernur Bali terkait Raperda Inisiatif Dewan tentang Perubahan ke tiga atas Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dalam Sidang Paripurna di kantor DPRD Bali, Senin (19/4).

Pengembangan dimaksud, menurut politisi PDIP merinci terkait pengembangan keberadaan sekolah, guru, kurikulum, serta materi ajar Agama Hindu agar kembali diperhatikan.

“Kami merekomendasikan, setelah mendengar masukan dari fraksi-fraksi, untuk mengembangkan lagi pendidikan berbasis agama hindu, baik keberadaan sekolah-sekolahnya, guru-guru agama hindu termasuk muatan kurikulum dalam mata pelajaran agama hindunya,” tegas Politisi PDIP ini.

Politisi asal Puri Grenceng ini memandang hal seperti ini penting dan mendesak, taktis dan strategis diupayakan dengan sungguh-sungguh, untuk menghindari terjadinya lagi tindakan intoleran, persekusi, bahkan hal-hal yang mengarah pada penistaan agama.

Seperti diketahui, sebagaimana kasus yang muncul dalam beberapa hari belakangan ini, telah terjadi dugaan penistaan agama yang beredar dan ramai dijagat maya yang dilakukan oleh saudari Desak Made Dharmawati yang menimbulkan gejolak. (Red)