BPNB Bali Wujudkan Mandalika sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali menggelar workshop di Hotel Aston, Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bagikan

MATARAM-DiariBali
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, melaksanakan Workshop Sumber Daya Manusia Komunitas Budaya di Mandalika dengan tema “Pengembangan dan Pemanfaatan Nilai Budaya untuk Mendukung Pariwisata”.
Workshop berlangsung selama dua hari dari 22 – 24 November 2021, di Hotel Aston, Jalan Panca Usaha No.1, Cilinaya, Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi mengenai warisan budaya dan potensi daya tarik wisata sehingga dapat dijaga kelestariannya serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia komunitas budaya untuk dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah dan pembangunan nasional.
Nara sumber yang dihadirkan dalam workshop ini yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Ari Irawan (Budayawan), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan praktisi pariwisata/guide/pemilik tempat wisata. Peserta berjumlah 50 orang dari pemerintah daerah, Politeknik Pariwisata, guru, Sekolah Tinggi Pariwisata, penggiat budaya, hingga komunitas budaya yang bergerak di bidang pariwisata.
Kepala BPNB Provinsi Bali I Made Dharma Suteja menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan dukungan BPNB di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi untuk Kawasan Super Prioritas Nasional Mandalika. Dan ketika bicara masalah Potensi Wisata Mandalika sebelum dicanangkan untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas sangatlah banyak dan potensial.
Potensi Pariwisata itu sendiri antara lain adalah Potensi Alam dan budayanya: Pantai Kuta terletak di ujung Barat Mandalika, yang akan memiliki sirkuit Mandalika dengan dibangunnya Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar yang terdiri dari Sirkuit Balap Skala Internasional, Convention Center, dan 7 hotel mewah seiring dengan rancangan pengelolaan dan pengembangan yang kemarin sudah menelorkan Toprak Razgatlıoğlu sebagai juara baru WSBK tahun 2021 mengalahkan juara bertahan Jonathan Rea.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika – sebuah kawasan berbasis pariwisata dari pemerintah Indonesia; Di sebelah timurnya terdapat Pantai Seger dengan bentuk seperti tanjung, yang terkenal karena setiap tahun rutin melaksanakan Festival Bau Nyale yang mengambil tempat di kawasan Pantai Seger. Pantai Serenting berada di sebelah timur Pantai Seger. Garis pantainya lebih panjang dari Pantai Seger.
Kemudian naik sedikit ke Bukit Merese yang mana adalah spot terbaik untuk menikmati pemandangan Mandalika dari ketinggian. Bukit Merese berada di antara Pantai Serenting dan Pantai Tanjung Aan. Perjalanan naik ke atas bukit juga seru dan cukup membakar kalori. Dengan areanya yang luas, banyak pilihan tempat dan latar belakang untuk berfoto di bukit ini. Pengunjung dapat menatap ke arah Tanjung Aan atau ke Pantai Serenting, semua sama indahnya; Di sebelah timur Bukit Merese ada Pantai Tanjung Aan.
“Setelah bicara potensi alam, kita juga harus membicarakan potensi budaya yang terdapat disana, apalagi di Provinsi NTB sudah memiliki beberapa WBTB tingkat nasional yang juga bisa dijadikan sebagai bahan dukungan branding tidak hanya Kawasan Mandalika tetapi keseluruhan pulau Lombok bahkan NTB, apa saja itu?,”
“Nanti itu PR bapak ibu untuk googling dan bertanya kepada dinas pengampu kebudayaan setempat. Dan mudah-mudahan kedepannya jumlah WBTB yang telah ditetapkan di NTB Tengah bisa bertambah. Dan ingat, kita sekarang sudah memiliki uu no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan disana terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan. Yakni Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat Istiadat Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang kesemuanya itu bisa diajukan sebagai WBTB tingkat nasional,” imbuhnya.
Jadi ada banyak potensi budaya di di NTB yang bisa diajukan sebagai WBTB nasional yang nanti nya bisa mendukung kawasan KEK mandalika. Salah satunya adalah Tradisi Bau Nyale merupakan sebuah tradisi unik yang dilaksanakan oleh Masyarakat Sasak di Desa Kuta khususnya dan masyarakat Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah pada umumnya.
Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun dan dihadiri oleh ribuan masyarakat, baik dari Desa Kuta maupun desa-desa lainya disekitar Kecamatan Pujut. Bau Nyale merupakan tradisi berburu cacing laut yang hanya keluar di tepi pantai pada waktu-waktu tertentu. Bau Nyale diselenggarakan setiap tanggal 20 pada bulan ke 10 berdasarkan penanggalan masyarakat Sasak, biasanya sekitar bulan Februari atau Maret; Roah Segare merupakan sebuah tradisi atau ritual menghantarkan atau menghanyutkan sesaji berupa kepala kerbau berbulu hitam dan dilaksanakan oleh masyarakat pesisir di pantai Kuta. Waktu penyelenggaraan Roah segare diselenggarakan setiap lima tahun sekali.
Tidak ketinggalan terdapat pula destinasi wisata bercorak budaya seperti: Desa Sade adalah Desa Tradisional Sasak (suku asli Pulau Lombok). Sebuah perkampungan Suku Sasak asli yang masih mempertahankan dan menjaga keaslian kebudayaan Sasak lama, sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya, Kabupaten Lombok Tengah sampai sekarang. Desa Sade ini berada di Kecamatan Pujut yang terletak di wilayah bagian selatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat; Desa Sukarara. Pulau Lombok merupakan salah pulau yang memiliki keindahan dan beraneka ragam kekayaan obyek wisata alam, seni budaya serta kerajinan tangan tradisional yang sangat mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah kerajinan tenun tradisional atau songket.rl