Tim PPDM Undiksha dan Pokdarwis My Darling Bersatu Kembangkan Desa Wisata Sidetapa

Ketua Tim PPDM Undiksha Ni Made Ary Widiastini.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Desa Sidetapa yang terletak di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dengan potensi wisata alam dan budaya, menjelma sebagai primadona baru bagi para pelancong dalam dan luar negeri. Umumnya, wisatawan yang datang adalah mereka yang menyukai wisata alam dan budaya.

Hal ini tentu menjadi peluang bagi masyarakat di desa tersebut mengembangkan dirinya sebagai desa wisata. Memilih membuka diri untuk wisatawan dan pemerhati pariwisata, dalam hal ini adalah Tim PPDM Undiksha, desa tersebut berhasil menyiapkan dua “guest room”, tempat makan yang memadai serta produk pendukung wisata yang layak dijual kepada wisatawan.

Desa Sidetapa, selain memiliki kebudayaan yang unik serta peninggalan budayanya yang memiliki nilai kearifan lokal yang menarik untuk dipelajari oleh wisatawan, desa tersebut juga memiliki daya tarik wisata air terjun. Air terjun tersebut bernama Yeh Mampeh. Pemandangan alam yang indah yang disuguhkan kepada wisatawan dalam perjalanan menuju air terjun tersebut, membuat masyarakat di desa tersebut yang tergabung dalam Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis) My Darling memiliki keinginan untuk mengembangan tempat tersebut sebagai daya tarik wisata alam unggulan di Desa Sidetapa.

Bersama Tim PPDM Undiksha yang terdiri atas dosen pariwisata, dosen akuntansi, dosen IT, serta mahasiswa D3 Perhotelan, Pokdarwis My Darling Desa Sidetapa memperbaiki akses ke air terjun, yang juga merupakan langkah awal dalam menyiapkan diri sebagai desa penerima kunjungan wisatawan berkualitas setelah dibukanya pariwisata bagi wisatawan asing. Kegiatan penyiapan jalur ke air terjun “Yeh Mampeh” Desa Sidetapa dilaksanakan dengan melakukan penyisiran akses bersama yakni Pokdarwis My Darling dengan Tim PPDM Undiksha yang diketuai oleh Ni Made Ary Widiastini.

Dikonfirmasi dari Denpasar, Selasa (12/10/2021), Ary Widiastini menjelaskan, pada kegiatan tersebut dilakukan diskusi terkait teknis perbaikan akses air terjun dengan cara bekerjasama membangun desa wisata Sidetapa. Akses air terjun yang letaknya sekitar 160 meter dari lokasi tempat masuk, akan di tata sedemikian rupa dengan memanfaatkan ban bekas yang didukung dengan pembuatan tempat pemegangan yang menggunakan pipa dan besi.

“Kami berharap dengan mempersiapkan diri secara matang, penyediaan fasilitas wisata dan akses yang memadai, Desa Sidetapa mampu menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, khususnya mereka yang memiliki motif budaya dan alam yang otentik,” kata Ary Widiastini.

Selain itu, masih menurut Ary Widiastini, menyambut dibukanya akses wisatawan mancanegara yang hendak dilaksanakan oleh pemerintah provinsi Bali pada tanggal 14 Oktober 2021, setiap destinasi dapat mempersiapkan diri untuk bisa menerima kedatangan wisatawan tersebut, termasuk desa wisata. Pada kesempatan ini, selain menyiapkan fasilitas wisata yang memadai, penguatan atraksi wisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang penting dilakukan oleh pelaku pariwisata, khususnya pengelola desa wisata, dalam hal ini adalah Pokdarwis My Darling Desa Sidetapa di Kabupaten Buleleng. (REL/TIM)