Kembali Menjabat Rektor Unhi Periode 2022-2026, Prof. Damriyasa akan Fokus pada Peningkatan SDM

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, MA. (2 dari kanan) didampingi Sekretaris Yayasan, Kolonel (Purn) Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. (kanan) berfoto bersama Rektor Unhi terpilih, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (tengah), dan kandidat calon rektor lainnya.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Umumkan Profesor Dariyasa Terpilih Jadi Rektor UNHI Periode 2022-2026
Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar periode 2022-2026. Hal ini diumumkan Yayasan Pendidikan Widya Kerthi selaku Badan Hukum Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi UNHI Denpasar.


Penetapan Prof. Damriyasa sebagai Rektor UNHI berdasarkan hasil penilaian seleksi dari tim panelis. Prof. Damriyasa menempati ranking pertama dengan nilai 2.645 disusul ranking kedua diraih Dr. Komang Gede Santhyasa, ST., MT., dengan nilai 1.115 dan ranking ketiga diraih Dr. Drs. I Putu Sarja, M.Si., dengan nilai 1.040.
Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, MA., mengatakan, proses pengisian jabatan Rektor UNHI periode 2022-2026 dilakukan melalui proses seleksi, bukan proses pemilihan.
Proses seleksi ini harus melalui beberapa tahap mulai dari penjaringan, seleksi dan penetapan. Ia menjamin penilaian dilakukan secara objektif dan transparan.


Hal ini dapat dilihat dari masing-masing tahapan ada penilaian yang objektif dan transparan. Sebab, pengisian jabatan Rektor Unhi dilakukan berdasarkan kapabilitas bukan berdasarkan ketersediaan. Sehingga, tidak ada istilah kalah menang, namun semua kandidat calon rektor menang untuk bersama-sama memajukan Unhi Denpasar ke depanyan.
Proses seleksi ini, lanjut Prof. Ardhana, mampu menjadi panutan bagi perguruan tinggi lainnya dan masyarakat, bahwa dalam memilih pemimpin tidak ada yang namanya persaingan yang akan memunculkan kubu oposisi dan kubu koalisi di Perguruan Tinggi.


“Tidak ada kalah dalam pemilihan rektor ini, semuanya menang, karena ini untuk membangun UNHI yang baik ke depannya, sehingga UNHI mampu bersaing lebih baik lagi ke depannya,” jelas Prof. Ardhana, Sabtu (9/10).
Prof. Ardhana berharap kepada rector terpilih agar merancang program unggulan dan mencanangkan program tersebut bisa tercapai dan bisa melanjutkan program-program sebelumnya.
Nantinya,Yayasan akan membuat kontrak kerja bersama rector terpilih. Kontrak tersebut mencakup berbagai kekurangan yang ada sebelumnya agar rektor terpilih mampu mensiasatinya
Dengan harapan semua program untuk kemajuan UNHI ke depan mampu tercapai sesuai harapan dan kontrak kerja yang ada.


Sementara Rektor terpilih, Prof. Damriyasa, mengatakan tahapan untuk mengembangkan UNHI Denpasar telah didesain sejak dirinya terpilih menjadi Rektor Unhi periode pertama (2018-2022).
Tahapan pertama fokus pada penguatan tata kelola, kualitas, dan reputasi UNHI Denpasar. Pada tahapan kedua akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM).


Menurut Prof. Damriyasa, 99 persen kualitas perguruan tinggi ditentukan oleh kualitas SDM. Yaitu, dosen, mahasiswa , dan tenaga kependidikan. Apalagi, aset yang dikelola perguruan tinggi adalah intelektualitas dari sumber daya yang dimiliki.


Untuk itu, UNHI yang merupakan perguruan tinggi swasta yang hampir 90 persen bergantung dari sumber pendanaan masyarakat melalui SPP tentu harus mampu meningkatkan daya tarik masyarakat agar lebih banyak belajar di UNHI.
Di samping juga harus bisa mengattack sumber-sumber pendanaan lainnya. Sehingga, apa yang menjadi program bersama untuk kemajuan Unhi bisa terwujud. TUM