Sri Subawa Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Prof. Ir.Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T.,S.Sos.,M.M
Bagikan

“Universitas Pendidikan Nasional (Undikans) kembali menelorkan seorang Guru Besar yaitu Prof. Ir.Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T.,S.Sos.,M.M,
sebagai Guru Besar bidang ilmu manajemen di kampus Undiknas”

BADUNG- DiariBali
Rektor Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas)
Prof. Ir.Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T.,S.Sos.,M.M, dikukuhkan sebagai
sebagai Guru Besar bidang ilmu Manajemen, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 25947/MPK.A/KP.05.01.2021. Acara ini juga sekaligus
menggelar Wisuda ke-86 Undiknas, Sabtu (18/6) di Bali Nusa Dua Convertion Center (BNDCC).

Dalam prosesi pengukuhan Guru Besar dan wisuda kali ini, protokol kesehatan diterapkan dengan sangat ketat, dimana semua peserta dan tamu yang hadir diwajibkan untuk mengikuti rapid test antigen terlebih dahulu. Dilaksanakannya wisuda secara tatap muka juga menjadi bentuk komitmen dalam mendukung pemulihan pariwisata di bulan Juli.

Sebagai Guru Besar kelima di Undiknas, dalam acara pengukuhannya, Prof. Sri Subawa membawakan orasi ilmiah yang berjudul “Sisi Lain Ekspansi Bisnis Franchise dan Tantangan Era Digitalisasi”. Jadi, bertambahnya satu orang Guru Besar bidang ilmu Manajemen di Undiknas menjadi bukti produktivitas Undiknas yang tetap tinggi meski di masa pandemi.

Prof. Sri Subawa mengatakan, Wisuda Undiknas yang ke-86 kembali diselenggarakan ditengah adaptasi pada situasi era normal baru dan keprihatinan pada Pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti hampir seluruh lini kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah saat ini sedang dalam upaya dalam memulihkan perekonomian daerahnya yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Khususnya, di daerah Bali,

Pemerintah Provinsi Bali mencoba menggeliatkan ekonomi kreatif pada Industri Kecil Menengah (IKM) melalui program Bali Bangkit 2021. Program ini diharapkan dapat menjadi sebuah langkah konkrit untuk mempertahankan dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Kondisi perekonomian, kata Prof. Sri Subawa, masyarakat yang tengah tertatih akibat Pandemi Covid-19 secara tidak langsung juga mempengaruhi gairah orang tua untuk menyekolahkan putra maupun putrinya. Bukan semata karena pembelajaran masih dilaksanakan secara online tetapi, lebih kepada pertimbangan pada biaya pendidikan yang harus dikeluarkan ditengah situasi perekonomian yang masih belum stabil.

“Undiknas sebagai sebuah lembaga pendidikan, juga senantiasa turut membantu membangkitkan semangat anak-anak bangsa untuk dapat mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sejak Pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, Undiknas mengeluarkan kebijakan relaksasi pembayaran SPP untuk mahasiswa yang orang tua-nya mengalami kesulitan ekonomi akibat Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dalam wisuda ke-86 ini, Rektor akan mewisuda 796 wisudawan yang akan dilaksanakan bergiliran selam tiga hari, yang terdiri dari: 32 wisudawan berasal dari International Class for Management Program, 316 wisudawan berasal dari Program Studi Manajemen, 5 wisudawan berasal International Class for Accounting Program, 192 wisudawan dari program studi Akuntansi, 36 wisudawan berasal dari Program Studi Ilmu Hukum, dan 30 wisudawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi.

Selain itu, 18 wisudawan dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, 10 wisudawan berasal dari Program Studi Teknik Sipil,
29 wisudawan berasal dari Program Studi Teknik Elektro, 89 wisudawan berasal dari Program Studi Magister Manajemen, 26 wisudawan berasal dari Program Magister Administrasi Publik, dan 13 wisudawan berasal dari Program Magister Hukum.

“Selamat kepada wisudawan/wisudawati yang akan diwisuda pada pagi hari ini, jadilah kebanggaan orang tua dan tetap berikan yang terbaik untuk almamater, Undiknas tercinta,” harapnya.

Sementara Ketua Yayasan Perdiknas
Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda mengucapkan selamat kepada Prof. Sri Subawa atas prestasi yang diraih selama hampir 15 tahun ini dan prestasi kemajuan bagi Undiknas yang berhasil menambah catatan Guru Besar di kampus swasta yang dirintis duo pendiri (alm) AAN Gorda dan (alm) Ketut Sambereg.

Tak hanya itu, Eddy Supriyadinata mendorong dan memberikan motivasi kepada para dosen Undiknas untuk tetap mengejar pendidikan tertinggi untuk kemajuan Undiknas. Pihaknya juga memfasilitasi beberapa dosen untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Selamat kami ucapkan kepada prof. Sri Subawa atas pengukuhan guru besarnya. Semoga undiknas ke depan lebih maju dan mampu melahirkan guru besar lainnya. Ini menandakan undiknas semakin maju dan mampu bersaing melahirkan generasi-generasi yang baik dan berdaya saing,” ungkapnya.

Kepada wisudawan, Eddy Supriyadinata juga berharap mampu mengimplementasikan ilmu yang ditempuh di Undiknas untuk pengabdian di masyarakat agar mampu menjadi sarjana yang sujana. Kendati, kata Eddy, kesuksesan tidak diraih dengan waktu yang singkat. Butuh proses dan kerja keras dalam meraih segala cita-cita maupun mimpi untuk menjadi seorang yang sukses.

“Seperti alumni kami Agung Wira Jaya, sebagai alumni undiknas mereka tidak langsung menjadi seorang DPR RI begitu lulus dari undiknas, butuh kerja keras dan proses yang panjang dari ilmu yang pernah ia dapatkan di perguruan tinggi,” pungkasnya mengakhiri. (Tim)