Sing Main-main, Ujian Prakerin SMK Teknas Bak Sidang Skripsi

Penguji Praktek Kerja Industri SMK Teknologi Nasional
Bagikan

DENPASAR,DiariBali.com-
Di ruang kelas lantai dua bercat putih temaram, tangan Vivi setengah gemetar. Mulutnya yang tertutup masker sesekali bersuara lantang menjawab pertanyaan penguji. Juga terkadang diam seribu bahasa.

Hari itu, Senin (23/5/2022), SMK Teknologi Nasional (Teknas) Denpasar melaksanakan Ujian Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan Project Work bagi peserta didik kelas XI semua program keahlian. Vivi adalah salah satu siswi dari Program Keahlian Akuntasi yang diuji kebolehannya di pagi yang menegangkan itu.

Vivi mempresentasikan laporannya usai menuntaskan prakerin di Pasar Badung, Denpasar. Di luar ruangan, rekan-rekannya mempersiapkan diri dengan serius, bahkan bersimpuh di lantai.

Tidak ada kata ampun bagi siswa-siswi SMK Teknas jika tidak sanggup mempertanggungjawabkan laporannya. Dewan penguji yang terdiri dari guru produktif, guru yang menguasai sistematika penulisan serta dari pihak industri begitu tegas mencecar peserta ujian. Situasi ini tidak kalah dengan sidang skripsi di jenjang sarjana.

Kepala SMK Teknas Ni Wayan ‘Agek’ Parwati Asih menjelaskan, ketegasan semacam ini sangat diperlukan untuk mengukur kemampuan anak-anak asuhnya, juga mengevaluasi relevansi antara kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (dudi).

“Pengujinya bukannya galak. Tapi tegas. Itu semua demi meningkatkan kompetensi anak-anak,” kata Agek yang juga sebagai penguji pagi itu.

Jika presentasi peserta ujian dianggap gagal, maka dilakukan pendampingan kembali oleh guru produktifnya. Potensi yang bersangkutan kembali digali agar SMK Teknas menelurkan sumber daya andal siap pakai.

Hasil ujian prakerin dan project work, menurut Agek bakal menentukan naik atau tidaknya peserta didik ke kelas XII.

Sementara itu, Desak Ari Dewi dari Travel Agen Bagian Akuntansi Keuangan memuji kualitas kemampuan sistem yang di terapkan SMK Teknas, begitu pula siswa- siswinya.

Dikatakan siswa/i perlu belajar lebih banyak dalam meningkatkan kemamapuan, dan kematangan dalam memahami bidang ilmu yang diberikan untuk diaplikasikan di dunia usah dan dunia industri (DUDI) sebagai bekal jika tamat nanti.

ia menambahkan, nantinya lulusan bidang akuntansi banyak dibutuhkan akan terserap di dunia dudi. “Hampir semua kantor membutuhkan tenaga akuntansi seperti travel agent, perhotelan, maupun dunia usaha lainnya,” pungkasnya. (Zoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.