Sesalkan Konvoi Kelulusan Berujung Maut

IB Dwi Oka Putra
IB Dwi Oka Putra, S.Si., M.I. Kom.

“Konvoi kelulusan seolah menjadi tradisi di setelah peserta didik dinyatakan lulus dari bangku sekolah. Beberapa puluh tahun belakangan, perayaan kelulusan khususnya di jenjang SMA/Sederajat, perayaan meninggalkan seragam putih abu-abu dirayakan secara berlebihan yang sangat merugikan”.

DENPASAR-DiariBali

Masyarakat kembali dibuat kesal sekaligus prihatin atas konvoi segerombolan siswa-siswi SMA/Sederajat di berbagai kabupaten/kota di Bali. Aksi konvoi dengan sepeda motor ini memakan korban jiwa.

Diketahui, siswa yang baru saja lulus di salah satu sekolah menengah atas di Klungkung tewas setelah kendaraanya menabrak truk. Rekaman ccvt kecelakaan tersebut pun viral. Masyarakat sangat menyesalkan peristiwa itu, termasuk praktisi pendidikan asal Denpasar IB Dwi Oka Putra.

“Selaku insan guru, saya cukup prihatin. Siswa disetiap kelulusan melakukan konvoi, apalagi yang harus dibanggakan dari hal itu. Karena kelulusan pasti sudah seratus persen,” kata IB Oka yang juga Kepala SMK Dwijendra, Denpasar, saat ditemui di sekolah setempat, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya peran guru dan orang tua sangat penting terkait dengan pengumuman dan kegiatan di hari kelulusan. Di SMK Dwijendra, pengumuman kelulusan diumumkan melalui digital. Para orang tua dan wali kelas juga sudah dipertegas, bahwa di hari kelulusan siswa tidak melakukan kegiatan apapun di sekolah.

Jadi apabila ada siswa yang melakukan kegiatan di hari kelulusan, maka siswa tersebut melakukan kegiatan diluar dari tanggung jawab sekolah.

“Jika ada siswa yang keluar pada saat pengumuman maka siswa tersebuat tidaklah datang kesekolah. Konvoi tersebut sebenarnya bukan tanggung jawab sekolah tetapi siswa tersebut membawa nama sekolah dengan memakai seragam sekolah” tegas Oka.

Oka berharap agar tradisi konvoi ini segera berakhir. Sebaiknya lakukan kegiatan rutin dirumah. Orang Tua serta guru berperan penting di setiap kegiatan siswa. Ia tak pernah mengarahkan siswanya untuk merayakan pesta dan kegiatan-kegiatan yang berlebihan. Kata dia cukup dirumah, “Lebih baik pikirkan masa depan, setelah lulus langkah apa yang harus diambil selanjutnya,” harapnya. (LIN)