Konsisten, Mahasiswa Arsitektur Unwar Raih Juara Nasional

Denpasar, Diari Bali

Tim mahasiswa Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa (Unwar), yakni I Made Bramastya Utama, I Wayan Payta Tresna Buana dan I Kadek Dwika Satriya, sukses meraih juara II dalam ajang Sayembara Eco Building yang diselenggarakan Universitas Pandadaran, Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Dalam sayembara nasional yang diikuti ratusan kontingen mahasiswa arsitektur se-Tanah Air itu, para peserta ditantang mendesain ulang sebuah restoran di Kota Semarang bernama Resto Basilia Group, berikut rancangan anggaran biaya (RAB) maksimal Rp 200 juta.

Menurut Bramasta Utama, bangunan restoran tersebut memiliki berbagai kendala, seperti kurang pencahayaan dalam ruangan, sirkulasi udara dan debu mudah masuk ke ruangan karena letaknya di kota besar. “Kami bertiga bekerja sama memecahkan persoalan-persoalan itu dengan kemampuan kami. Dan akhirnya lolos juara II,” kata pemilik sapaan akrab Bram di Denpasar, Rabu (7/3/2021).

Bram menambahkan, kunci kesuksesan timnya meraih juara II karena kekompakan dan memaksimalkan waktu, mulai dari pendaftaran 18 Februari 2021 hingga puncak lomba beberapa waktu lalu. Teknis lombanya, kata Bram, dilakukan secara daring.

Dosen Prodi Arsitektur FTP Unwar I Nyoman Gede Maha Putra, ST., M.Sc., PhD., menjelaskan, keikutsertaan mahasiswa prodi arsitektur dalam sayembara-sayembara merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi capaian pembelajaran.

“Di samping itu, keikutsertaan juga penting bagi mahasiswa dimana mereka bisa membangun portofolio, mendapat pengalaman, memperdalam pemahamanan dan menguji kompetensinya dalam bidang desain,” kata dosen yang dikenal dekat dengan peserta didiknya itu.

Dalam satu tahun, Maha Putra mengaku rata-rata mengirimkan empat tim yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai angkatan. Yang lebih membanggakan, sejak tahun 2018 pihaknya secara konsisten memenangi sayembara tingkat nasional.

Terpisah, Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, MT., IPM., mengaku bangga dengan potensi anak asuhnya yang kian berkibar di kancah nasional. Ke depan, wakil rektor yang membidangi urusan kemahasiswaan ini berharap, level lomba yang diikuti naik kelas ke kancah internasional.

Parwata mengakui, presentasi masih menjadi kelemahan mahasiswanya saat lomba. Menurut dia, presentasi adalah hal yang sangat menentukan, harus sejalan dengan karya yang sudah sangat baik. “Kami sudah lakukan program pertukaran mahasiswa ke Malaysia. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka dan kemampuan bahasa asing,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Unwar, lanjut dia, selalu memberi “reward” berupa piagam dan dana pembinaan terhadap civitasnya yang berhasil mengharumkan nama institusi. “Reward” biasanya diserahkan saat memoentum ulah tahun universitas. Red