KONI Bali Tancap Gas Benahi Pembinaan Atlet
Rapat Perdana KONI Bali, Rabu (20/5) di Kantor KONI Bali.
Denpasar,diaribali.com- Wagub Bali sekaligus Ketua Umum KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta, mulai menata arah pembinaan olahraga Bali dengan mengumpulkan seluruh pengurus KONI Provinsi Bali periode 2026–2030 dalam rapat koordinasi perdana di Denpasar, Selasa (19/5).
Pertemuan itu menjadi langkah awal menyatukan persepsi pengurus sekaligus menyusun regulasi pembinaan atlet yang lebih terarah menjelang agenda olahraga besar, mulai dari PORPROV hingga PON.
“Hari ini kami melakukan rapat perdana pengurus KONI Bali secara menyeluruh untuk secara spesifik membuat regulasi yang membangun guna memajukan para atlet kita,” ujar Giri Prasta di Ruang Rapat KONI Bali.
Menurut dia, pembenahan regulasi menjadi salah satu fokus utama agar tidak lagi muncul perbedaan tafsir di tingkat kabupaten dan kota. Setelah dirumuskan dalam rapat kerja KONI Bali, aturan tersebut akan disosialisasikan secara menyeluruh kepada seluruh daerah dan cabang olahraga.
KONI Bali juga mulai mempercepat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), termasuk tahapan prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Persiapan itu dinilai penting untuk menjaga target Bali tetap kompetitif di tingkat nasional.
Selain pembenahan regulasi, KONI Bali mulai menyusun basis data atlet secara rinci dengan sistem by name by address. Pendataan itu tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pembinaan, tetapi juga sebagai dasar pemberian bantuan dan perhatian kepada atlet yang telah purna tugas.
“Yang kedua, kami juga sudah melakukan inventarisasi terkait data atlet yang ada secara by name by address,” kata Giri.
Ia menegaskan, perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti hanya ketika mereka masih aktif bertanding. Atlet yang pernah mempersembahkan medali maupun yang belum, menurut dia, tetap perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Pada Juni mendatang, KONI Bali dijadwalkan menggelar rapat kerja untuk menetapkan program kerja masing-masing cabang olahraga beserta kebutuhan anggarannya. Forum itu sekaligus menjadi penentu arah strategi pembinaan olahraga Bali selama empat tahun ke depan.
Di sisi lain, KONI Bali mulai mengarahkan pembinaan atlet usia dini melalui sekolah-sekolah. Penjaringan atlet muda akan diperkuat lewat kegiatan ekstrakurikuler mulai tingkat sekolah dasar hingga jenjang berikutnya dengan melibatkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kabupaten/kota.
Langkah tersebut dipandang sebagai upaya membangun regenerasi atlet Bali dari level paling bawah, sekaligus memastikan pembinaan olahraga tidak lagi berjalan sporadis, melainkan berbasis sistem dan berkelanjutan. (Art)