FISIP UNR Berubah Menjadi FISHUM Mahasiswa dan Alumni Diharapkan Cek Data Diri

Dekan FISHUM UNR Dr. Gede Wirata.
Bagikan

DENPASAR-Diari Bali
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ngurah Rai (UNR) secara resmi berubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM). Hal ini sesuai dengan SK Rektor UNR Nomor 042 tanggal 1 Februari 2020. Demikian pula Program Studi (Prodi) Ilmu Admimnistrasi Negara telah berubah menjadi Ilmu Administrasi Publik, berdasarkan SK Kemendikbud Nomor 175 tanggal 31 Januari 2020.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Bali, mahasiswa dan alumni pada khususnya agar menyimak informasi perubahan lembaga dan prodi untuk menghindari kekeliruan yang tidak diinginkan,” demikian disampaikan Dekan FISHUM UNR Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., MAP., di Denpasar, Rabu (27/10/2021).

Karena terjadi perubahan sistem berbasis aplikasi website, dirinya berharap kepada mahasiswa dan alumni untuk mengecek data dirinya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI) atau di Forum Laporan Pendidikan Tinggi (Forlap Dikti) Kemendikbud agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Jika terjadi kekeliruan, ia mempersilakan yang bersangkutan menghubungi pihak fakultas atau datang langsung ke kampus.

Sejak diumumkan beberapa hari lalu melalui media massa dan media sosial, Wirata mengungkapkan puluhan alumninya telah datang untuk memperbaiki sejumlah kesalahan. “Kebanyakan yang salah adalah nomor ijazah, lalu namanya,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam website PDDIKTI dan Forlap, tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Sebab, data ini harus dibuat secara akurat. Sistem ini memberi kemudahan akses informasi di internet. Website PDDIKTI ini menyediakan berbagai data penting yang berkaitan dengan perguruan tinggi. Website PDDIKTI ini bisa diakses dengan membuka website dikti ini.

“Masih segar diingatan kita, beberapa tahun lalu ramai berita tentang universitas abal-abal dan ijazah palsu. Itu terkait dengan adanya acara wisuda yang disinyalir diselenggarakan oleh perguruan-perguruan tinggi yang tidak aktif secara resmi atau bodong. Untuk menghindari kejadian tersebut, maka dibuatlah sistem ini,” pungkasnya. (VAN)