Donor Darah Teknas Peduli
Denpasar,diaribali.com —
Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 SMK Teknologi Nasional (Teknas) dimaknai dengan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sekolah ini menggelar donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemeriksaan mata gratis sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Kepala SMK Teknologi Nasional, Dr. Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd.,M.Pd, mengatakan kegiatan sosial tersebut menjadi agenda rutin sekolah, terutama karena kondisi ketersediaan darah di Bali yang masih jauh dari ideal. “Kami sering melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kita tahu stok darah di Bali sangat kurang, sehingga ini menjadi bentuk kontribusi nyata membantu PMI,” ujar Parwati Asih, yang akrab disapa Agek.
Peserta donor darah berasal dari keluarga besar SMK Teknas, SMP Nasional, Perdiknas, serta masyarakat sekitar sekolah. Panitia menargetkan 50 peserta, namun antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 70 orang.
Agek menegaskan, setetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi pasien dan keluarganya. “Darah yang terkumpul tentu akan membantu dan meringankan beban keluarga yang sedang berjuang menghadapi sakit,” katanya.
Selain donor darah, rangkaian HUT ke-17 SMK Teknas juga diisi berbagai lomba internal dan eksternal, seperti lomba modern dance, story telling, hingga kompetisi gim Mobile Legends. Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang pengembangan bakat siswa.
Puncak perayaan HUT yang jatuh pada 10 Februari mendatang akan diramaikan penampilan kreativitas siswa SMK Teknas, pertunjukan DJ, serta kehadiran penyanyi Bagus Wirata sebagai bintang tamu.
Dari Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Bali, I Nyoman Suardhana menyebut kondisi ketersediaan darah di Bali masih memprihatinkan. Persentase pendonor darah di Bali masih sangat rendah, yakni sekitar 0,02 persen, dengan dominasi pendonor dari Kabupaten Gianyar, Badung, dan Kota Denpasar.
“Di Bali saja, Rumah Sakit Prof. Ngoerah membutuhkan sekitar 150 kantong darah per hari, belum termasuk kebutuhan rumah sakit lainnya,” ujar Suardhana.
Ia menambahkan, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menyehatkan bagi pendonor karena membantu regenerasi sel darah baru dalam tubuh. “Donor itu sehat bagi diri sendiri dan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Suardhana mengapresiasi langkah SMK Teknas yang konsisten menggelar kegiatan donor darah. Ia berharap aksi serupa dapat menginspirasi institusi lain. “Semoga kegiatan seperti ini bisa digelar lebih sering, tidak hanya saat peringatan HUT,” ujarnya. (Art)