Distan Pangan Bali Gelar Bimtek Analisis Konsumsi Berbasis PPH

ANALISIS-Distanpangan Provinsi Bali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Analisis Konsumsi Pangan berbasis PPH, bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar, Senin (20/9).

DENPASAR-DiariBali
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Analisis Konsumsi Pangan berbasis Pola Pangan Harapan (PPH) yang diikuti petugas bagian konsumsi pada Distan Kabupaten/Kota se-Bali bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar, Senin (20/9).
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Distanpangan Provinsi Bali I Nyoman Suarta, menjelaskan bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi para analis konsumsi dalam mengolah data yang akurat.
Ia menjelaskan, Pola Pangan Harapan (PPH) atau Desirable Dietary Pattern (DDP) adalah susunan keragaman pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama pada tingkat ketersediaan maupun konsumsi pangan.
Birokrat asal Klungkung ini berharap skor PPH di Provinsi Bali berada di urutan atas secara nasional. Mengingat Bali tergolong Provinsi yang tingkat keanekaragaman konsumsinya sangat baik. Setelah data terkumpul, pihaknya akan menindaklanjuti dengan sosialisasi ke masyarakat.
Misalnya, di suatu kabupaten ternyata kekurangan sayur, maka akan disupport bibit sayuran. Permasalahan tersebut, menurutnya sudah direalisasikan dengan Program Pekarangan Lestari (P2L) yang digencarkan secara masif ke seluruh Bali.
Suarta menambahkan, keberagaman konsumsi penduduk Bali tidak terlepas dari padatnya aktivis adat dan keagamaan Hindu. “Bali itu kan banyak hari raya, jadi banyak surudan sisa upacara yang bisa dimakan berupa buah dan daging,” jelasnya, seijin PLT Distan Pangan Provinis Bali I Ketut Lihadnyana.
Pada kesempatan yang sama Analis Ketahanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI Sugiatmi menjelaskan, para peserta dilatih untuk mengumpulkan data berbasis aplikasi yang telah dirancang oleh Badan Ketahanan Pangan.
Kata dia, PPH merupakan instrumen untuk menilai situasi konsumsi pangan wilayah yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan konsumsi pangan ke depan, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan preferensi konsumsi pangan masyarakat.
Data primer, lanjut Sugiati diolah berdasarkan data dari badan pusat statistik (BPS) kemudian barulah diolah untuk mengetahui keberanekaragaman konsumsi msyarakat diseluruh kabupaten kota se-Bali.
Data tersebut bertujuan membantu para kepala daerah untuk menentukan arah kebijakan dibidang konsumsi sehingga kesehatan masyarakat meningkat terutama untuk mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak.
“Data berbasis aplikasi ini akan menjadi acuan bupati walikota atau gubernur dalam menentukan arah kebijakan dibidang pangan” kata Sugiati. Pada kesempatan itu Wanita berhijab ini memaparkan materi. Metodelogi dan pengolahan data konsumsi pangan. ZOR