Buka Puasa Bersama Polda Bali dan Elemen Mahasiswa sebagai Momentum Penguatan Komunikasi dan Stabilitas Kamtibmas Ramadhan 1447 H

Kapolda Bali Daniel Adityajaya

Kapolda Bali Daniel Adityajaya

Denpasar,diaribali.com
Kehangatan Ramadhan terasa berbeda di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (24/2/2026). Di ruang yang biasanya identik dengan disiplin dan ketegasan aparat, sore itu terbangun suasana cair dan penuh keakraban saat aparat kepolisian duduk bersisian dengan mahasiswa dari berbagai kampus di Bali dalam agenda buka puasa bersama.
Kegiatan yang dihadiri Kapolda Bali Daniel Adityajaya beserta jajaran pejabat utama ini bukan sekadar seremoni Ramadhan. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang temu—tempat dialog dan saling memahami—antara kepolisian dan mahasiswa yang selama ini kerap berada di dua posisi berbeda dalam dinamika sosial.
Dalam sambutannya, Kapolda Bali menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak lahir dari kerja satu pihak, melainkan dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis, bukan hanya dalam mengawal masa depan demokrasi, tetapi juga sebagai mitra kritis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan. Yang terpenting, perbedaan itu dikelola dalam semangat tanggung jawab dan kebersamaan,” ujar Daniel, menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara aparat dan generasi muda.
Suasana kian khidmat saat tausyiah Ramadhan dan doa jelang berbuka dipimpin oleh Abu Siri. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh hadirin merawat ukhuwah dan toleransi—nilai yang menjadi fondasi kehidupan sosial di Bali yang majemuk.
Momentum Ramadhan ini diharapkan menjadi titik temu yang berkelanjutan, bukan sekadar perjumpaan sesaat. Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, kebersamaan antara kepolisian dan mahasiswa dinilai penting untuk menjaga Bali tetap aman, damai, dan harmonis.
Ramadhan, pada akhirnya, bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Ia adalah ruang untuk menumbuhkan empati dan kepedulian—karena dari kebersamaan itulah kekuatan persatuan dirawat. (Art)