BI Bali Gaungkan QRIS di Festival Harmoni Imlek
Festival Imlek 2026 di kawasan Heritage Gajah Mada, Denpasar.
Denpasar, diaribali.com–
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Yayasan Arsitektur Bali Nusantara menggelar Festival Harmoni Imlek: Suara Pasar bertema “Merajut Keberagaman dalam Bingkai Kebhinekaan” pada 21–22 Februari 2026.
Festival yang berlangsung di kawasan Heritage Gajah Mada, Denpasar, ini memadukan ritual spiritual, parade budaya akulturasi, serta pemberdayaan UMKM. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, dan jajaran OPD.
Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, mengatakan festival ini menjadi wujud komitmen merawat keberagaman di Bali sekaligus mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS.
“Sinergi digitalisasi sistem pembayaran dengan pelestarian budaya tidak hanya menghadirkan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan aman, tetapi juga disertai edukasi pelindungan konsumen bertajuk Eling Raga dengan pesan ‘Kalau Ragu, Stop Dulu’,” ujar Erwin, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, meningkatnya promosi melalui platform digital menuntut masyarakat lebih waspada terhadap potensi penipuan. Ia menegaskan, QRIS tidak pernah meminta data pribadi sensitif.
“Jika ada promosi digital menggunakan QRIS lalu setelah dipindai muncul permintaan NIK, OTP, PIN, atau data kartu, itu patut dicurigai. QRIS tidak pernah meminta data pribadi yang sensitif. Kalau diminta, stop dulu,” tegasnya.
Selain kampanye perlindungan konsumen, BI Bali juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM di lokasi festival agar mengadopsi QRIS. Pengunjung dapat memberikan angpao barongsai secara non-tunai melalui pemindaian kode QR.
Inisiatif ini disebut sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan sekaligus persiapan readiness merchant kuliner menuju QRIS Jelajah Indonesia 2026. BI menilai kolaborasi berbasis budaya dan komunitas menjadi strategi efektif memperluas adopsi transaksi non-tunai di ruang publik.
Festival Harmoni Imlek 2026 juga dikaitkan dengan semangat Vasudaiva Kutumbakam dan dukungan terhadap visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”, dengan menempatkan keberagaman dan inovasi digital dalam satu panggung perayaan. (db)