Harga Properti Residensial Bali Tetap Solid di Akhir 2025

Infografik perkembangan Properti pada triwulan IV di Bali.

Infografik perkembangan Properti pada triwulan IV di Bali.

Denpasar,diaribali.com—
Harga properti residensial di Bali masih bergerak stabil hingga akhir 2025. Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Triwulan IV 2025 yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bali tumbuh 1,06 persen secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan tersebut sedikit melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,08 persen, namun tetap mencerminkan ketahanan pasar properti di Pulau Dewata. Kenaikan harga terjadi merata di seluruh segmen rumah, baik kecil, menengah, maupun besar.

“IHPR tetap solid, ditopang oleh kenaikan harga bangunan yang dipengaruhi meningkatnya harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam siaran pers, Rabu, 19 Februari 2026 lalu.

BI mencatat, rumah tipe kecil mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,57 persen, disusul rumah menengah 1,12 persen dan rumah besar 0,82 persen. Meski harga meningkat, penjualan properti primer masih menghadapi sejumlah hambatan.

Menurut Erwin, pengembang menilai suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), keterbatasan lahan, pajak, serta besaran uang muka menjadi faktor utama yang menahan laju penjualan. “Faktor pembiayaan masih menjadi tantangan di tengah tren harga yang meningkat,” ujarnya.

Dari sisi pendanaan, mayoritas pembangunan properti residensial di Bali masih mengandalkan dana internal pengembang dengan porsi 55,9 persen. Sementara itu, dari sisi konsumen, KPR tetap menjadi skema pembiayaan utama dengan kontribusi 62,4 persen dari total transaksi pembelian rumah.

Bank Indonesia menilai kondisi ini menunjukkan pasar properti Bali masih berada di jalur stabil, meski perlu diantisipasi tekanan biaya dan faktor pembiayaan ke depan. (db)