Bangun SDM Bali Unggul, BKKBN Gandeng Guru SLB

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih (pegang mike) saat paparan. (Ist)

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih (pegang mike) saat paparan. (Ist)

Denpasar,diaribali com-
Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali memperkuat transformasi pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Khusus yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali di Ruang Jana Kerti, Denpasar, Rabu (8/7).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan pemahaman guru Sekolah Luar Biasa (SLB) terhadap implementasi SDM Bali Unggul, kebijakan kependudukan dan keluarga, serta penyelenggaraan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama.

Menurutnya, transformasi pembangunan keluarga berkualitas menjadi strategi penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing.

Oleh karena itu, sinergi antara sektor pendidikan dan pembangunan keluarga perlu terus diperkuat agar kebijakan kependudukan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

Ketua Tim Kurikulum dan Pembelajaran Bidang Pembinaan PK dan PLK, Disdikpora Bali, B. Dodi Permadi Ashrama, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan materi terkait SDM Bali Unggul, kebijakan kependudukan dan keluarga, serta budaya sekolah yang aman dan nyaman ke dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan khusus.

Ia menekankan bahwa penguatan pemahaman tersebut penting untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kepala BKKBN Luh Gede Sukardiasih memaparkan kondisi demografi Bali berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, di antaranya Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,02 anak per perempuan dan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) sebesar 63,86 persen.

Selain itu, struktur penduduk Bali saat ini didominasi oleh generasi milenial dan Generasi Z sehingga menjadi momentum strategis dalam mempersiapkan bonus demografi melalui kebijakan pembangunan keluarga yang adaptif terhadap perubahan sosial dan kebutuhan pembangunan daerah.

“Transformasi keluarga berkualitas yang berfokus pada tiga dimensi utama, yakni ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga. Materi yang disampaikan turut menggarisbawahi pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja, khususnya kelompok berisiko tinggi, sebagai upaya membentuk generasi yang mampu mengambil keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta terhindar dari berbagai permasalahan remaja,” kata Luh Gede Sukardiasih.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong implementasi kebijakan kependudukan di lingkungan pendidikan, memperkuat peran keluarga dalam pembangunan manusia, serta mendukung terwujudnya Bali Unggul dan Indonesia Emas 2045. (db)