Awasi WNA, Jangan Longgar
Denpasar,diaribali.com—
Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengingatkan bahwa pengawasan warga negara asing (WNA) di Bali tidak boleh longgar. Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dan beragam aktivitas orang asing, negara diminta hadir secara konsisten melalui peran aktif Imigrasi dan satuan tugas pengawasan.
Pesan itu disampaikan Koster saat menerima Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali yang baru dilantik, Felucia Sengky Ratna, Rabu (4/2), di Kantor Gubernur Bali. Koster menegaskan, Imigrasi memegang peran kunci dalam menjaga ketertiban Bali sebagai destinasi wisata dunia sekaligus wilayah yang memiliki batas daya dukung sosial dan budaya.
“Bali dikunjungi wisatawan asing paling banyak di Indonesia. Peran Imigrasi sangat menentukan,” ujar Koster.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang asing di Bali semata-mata beraktivitas sebagai turis. Sejumlah pelanggaran, mulai dari overstay hingga penyalahgunaan visa—termasuk bekerja dengan visa kunjungan—masih kerap ditemukan. Jika dibiarkan, pelanggaran tersebut berpotensi merusak tata kelola pariwisata dan rasa keadilan di masyarakat lokal.
Menurut Koster, sinergi Pemprov Bali dan Imigrasi sejauh ini berjalan baik, namun tantangannya adalah menjaga konsistensi penegakan aturan di lapangan. Karena itu, ia meminta Satgas Pengawasan Orang Asing yang telah dibentuk agar terus dioptimalkan, bukan sekadar formalitas.
“Satgas ini penting, bukan hanya untuk penindakan, tetapi juga edukasi agar orang asing patuh pada aturan di Bali,” katanya.
Pengawasan WNA, lanjut Koster, merupakan bagian tak terpisahkan dari visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yang menekankan keseimbangan antara keterbukaan pariwisata dan perlindungan nilai, budaya, serta tatanan sosial masyarakat Bali.
Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna menyatakan komitmennya melanjutkan program pengawasan dan penertiban orang asing secara berkelanjutan. Saat ini, Imigrasi Bali masih mengerahkan sekitar 100 personel Satgas yang tersebar di berbagai titik strategis.
Ia mengapresiasi dukungan Pemprov Bali dan menegaskan pentingnya kerja bersama lintas instansi. Namun, di tengah dinamika pariwisata global dan meningkatnya kompleksitas aktivitas WNA, efektivitas pengawasan akan diuji bukan oleh jumlah satgas, melainkan oleh ketegasan negara dalam menegakkan aturan secara adil dan konsisten. (Art)