223 Mahasiswa UNR Mengabdi ke Desa

Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KAT di Auditorium Universitas Ngurah Rai, Denpasar Timur, Sabtu (25/7/2026).

Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KAT di Auditorium Universitas Ngurah Rai, Denpasar Timur, Sabtu (25/7/2026).

Denpasar,diaribali.com — Universitas Ngurah Rai (UNR) resmi melepas 223 mahasiswa peserta Kuliah Aplikatif Terpadu dan Program Pengabdian kepada Masyarakat (KAT-PPM) Tahun 2026 dalam kegiatan pembekalan dan pelepasan yang digelar di Auditorium Universitas Ngurah Rai, Denpasar Timur, Sabtu (25/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Tri Hita Karana melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Aksi Nyata Mahasiswa”, program ini diharapkan mampu menyinergikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali.

Narasumber pembekalan, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah melalui program Desa Kerti Sejahtera. Menurutnya, mahasiswa tidak lagi sekadar menyusun program kerja secara spontan saat berada di lokasi KAT, melainkan telah dibekali program yang selaras dengan kebutuhan pembangunan desa.

“Harapan kami melalui kerja sama ini, program-program prioritas pembangunan Bali benar-benar dapat dilaksanakan, dipantau, dievaluasi, dan dipastikan berjalan. Mahasiswa tidak lagi membuat program dadakan, tetapi sejak awal sudah dibekali dengan program yang sesuai,” ujarnya.

Ia menjelaskan sejumlah program yang dapat menjadi fokus mahasiswa di desa, di antaranya penguatan gerakan Desaku Bersih melalui pengurangan sampah plastik dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu mendorong pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masing-masing desa.

Dari sisi ekonomi, mahasiswa didorong membantu desa adat menggali potensi lokal serta mendampingi pelaku usaha mikro dan industri kecil menengah (UKM dan IKM) memanfaatkan teknologi digital, termasuk sistem berbasis kecerdasan buatan (AI), guna memperluas pemasaran produk.

Ketut Wica yang juga mewakili Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali menegaskan pihaknya siap memfasilitasi hasil riset dan inovasi yang dihasilkan masyarakat maupun mahasiswa agar memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Kami akan memfasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual, baik hak cipta, merek, paten, desain industri, maupun kekayaan intelektual komunal yang lahir dari kreativitas masyarakat dan mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.M., M.Hum., mengapresiasi kehadiran BRIDA Provinsi Bali dalam pembekalan mahasiswa. Menurutnya, sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi modal penting dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia mengatakan program-program pemerintah yang telah diperkenalkan dalam pembekalan akan menjadi materi yang disosialisasikan mahasiswa selama berada di desa.

“Ini merupakan sinergi yang luar biasa antara akademisi dan pemerintah. Universitas memiliki program sendiri, kemudian dikolaborasikan dengan program pemerintah sehingga pelaksanaannya di lapangan menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan KAT-PPM tahun ini, Universitas Ngurah Rai mengirimkan 223 mahasiswa dari berbagai program studi yang akan ditempatkan di 15 desa pada empat kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Tabanan, Gianyar, Badung, Bangli, serta Kota Denpasar.

Rektor menjelaskan, pelaksanaan KAT-PPM 2026 menjadi yang pertama menerapkan dua skema, yakni KAT Reguler dan KAT Mandiri, sebagai bentuk inovasi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ngurah Rai, Adi Riswanda, mengatakan kegiatan berlangsung selama 25 Juli hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 43 dosen pembimbing lapangan.

Menurutnya, sebanyak 151 mahasiswa mengikuti skema KAT Reguler, sedangkan 72 mahasiswa mengikuti skema KAT Mandiri.

Ia menambahkan, seluruh program pengabdian tetap mengacu pada kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, terutama penanganan persoalan sampah berbasis sumber.

“Kami tetap merancang program yang berbasis keilmuan sesuai empat fakultas yang dimiliki Universitas Ngurah Rai, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Fakultas Hukum, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dengan demikian, program yang dijalankan mahasiswa sesuai kompetensi akademiknya sekaligus menjawab kebutuhan desa,” kata Adi. (Kan)