Unwar Jadi Tuan Rumah Seleksi PUI-PT Nasional, Kemdiktisaintek Perkuat Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi

Wawancara dan Pengelolaan Pembinaan PUI-PT Kemdiktisaintek di Universitas Warmadewa.

Wawancara dan Pengelolaan Pembinaan PUI-PT Kemdiktisaintek di Universitas Warmadewa.

Denpasar,diaribali.com-
Universitas Warmadewa (Unwar) kembali mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda nasional. Kali ini, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek menggelar kegiatan Wawancara Calon Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Politeknik dan Pembinaan Pengelolaan PUI-PT Baru yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026 di Kampus Universitas Warmadewa.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang tengah mengikuti proses seleksi maupun pembinaan Program PUI-PT. Program tersebut menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan manfaat nyata bagi industri maupun masyarakat.

Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Unwar sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

Menurutnya, kehadiran para narasumber serta peserta dari berbagai perguruan tinggi menjadi momentum penting bagi Unwar untuk belajar sekaligus memperkuat komitmen dalam pengembangan riset unggulan.

Ia berharap Universitas Warmadewa ke depan juga mampu membangun Pusat Unggulan Iptek sendiri melalui proposal yang kompetitif sehingga dapat mengikuti proses seleksi hingga memperoleh status PUI-PT.

“Bagi kami, PUI-PT bukan sekadar sebuah program, tetapi identitas keunggulan sebuah perguruan tinggi. Setiap kampus harus memiliki bidang unggulan yang menjadi pembeda sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu kami terus mempersiapkan diri agar Universitas Warmadewa juga dapat menjadi bagian dari jaringan PUI-PT nasional,” Pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian DPPM Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Erlin Puspaputri, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa Program PUI-PT telah berjalan sejak tahun 2016 sebagai upaya membangun pusat-pusat unggulan riset di perguruan tinggi Indonesia.

Ia menyebutkan terdapat tiga indikator utama dalam penilaian PUI-PT, yakni academic excellence, komersialisasi hasil riset, dan penguatan kelembagaan.

“Melalui program ini kami ingin membangun ekosistem riset dan inovasi yang kuat di perguruan tinggi. Setiap pusat unggulan diharapkan memiliki karakteristik yang berbeda sesuai keunggulan masing-masing serta mampu menghasilkan produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun industri,” jelasnya.

Erlin menambahkan, hingga saat ini Kemdiktisaintek telah menetapkan puluhan PUI-PT di Indonesia. Pada tahun 2026 juga telah ditetapkan empat perguruan tinggi sebagai penerima program baru, sekaligus mulai membuka skema khusus bagi politeknik sebagai upaya memperluas pengembangan pusat unggulan berbasis vokasi.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pembekalan sekaligus pengarahan bagi para pengusul Program PUI-PT Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, PUI-PT menjadi mata rantai penting dalam proses pengembangan riset dan inovasi di perguruan tinggi. Program ini dirancang sebagai daya ungkit agar hasil-hasil penelitian yang potensial tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang siap dimanfaatkan oleh dunia usaha dan industri.

Ia menerangkan, skema PUI-PT dibagi menjadi dua orientasi utama. Pertama, orientasi akademik yang menitikberatkan pada luaran berupa publikasi ilmiah internasional bereputasi. Kedua, orientasi produk yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga inovasi yang siap dihilirisasi, diindustrialisasi, dan dikomersialisasikan.

“Program ini terbukti berjalan dengan baik. Hingga tahun 2026 telah terbentuk sekitar 90 PUI-PT yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan tetap eksis hingga saat ini. Ini menunjukkan bahwa PUI-PT menjadi fondasi yang kuat dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Tahap berikutnya adalah memperkuat hilirisasi dengan melibatkan industri sebagai mitra agar inovasi yang dihasilkan benar-benar memberi dampak ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Prof. Ketut Adnyana juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Warmadewa yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis Kemdiktisaintek dalam berbagai kegiatan nasional.

Menurutnya, Unwar selalu mampu memberikan dukungan penyelenggaraan yang optimal, mulai dari koordinasi, komunikasi, hingga penyediaan fasilitas yang memadai.

“Universitas Warmadewa merupakan salah satu perguruan tinggi yang sangat sering membantu kami dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan. Koordinasinya sangat baik, komunikasinya efektif, dan fasilitas yang dimiliki sangat mendukung, sehingga kami kembali mempercayakan pelaksanaan kegiatan nasional ini di Universitas Warmadewa,” katanya. (Art)