Terapkan Tumpang Sari, PKM Unwar Kembangkan Budidaya Gonda

Pelaksanaan PKM Unwar di Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan.
Bagikan

“Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Warmadewa (Unwar) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, belum lama ini.”

TABANAN-DiariBali

Setelah di Darmasaba pengembangan kerupuk sapi, kini PKM Unwar menyasar pengembangan budidaya gonda sebagai salah penerapan pola tumpang sari di lahan basah atau sawah. Dalam PKM di Desa Bongan dipimpin oleh Ir. Made Sri Yuliartini, bersama Ir. AA. Ngurah Mayun, Ir. Luh Kartini, M.Si, dan dibantu tiga mahasiswa Argo Teknologi.

Dalam tatanan masyarakat tani Bali yang diatur dalam persubakan, musim tanam padi diatur melalui kesepakatan anggotanya. Oleh karena itu budidaya gonda dapat dipakai sebagai usahatani untuk pemanfaatan waktu sambil menunggu musim tanam padi sawah secara serentak yang ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan anggota subaknya.

Ketua PKM Ir. Made Sri Yuliartini, M.Si , mengungkapkan budidaya gonda tidak merusak iklim mikro sawah bahkan dapat dipakai untuk memanfaatkan kelebihan air dan ketersediaan lahan. Dengan demikian budidaya tanaman gonda sekaligus juga dapat dipakai untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Status tanaman gonda sebagai tanaman gulma padi telah dikenal luas dibandingkan sebagai tanaman sayuran, menyebabkan minimnya dilakukan pengembangan dalam tujuanbu didaya tanaman ini. Kenyataan selama ini penelitian atau kegiatan yang cenderung mengarah ke pengendalian gulma gonda.

Berbeda halnya di kawasan Kabupaten Tabanan, yang salah satunya di Desa Adat Bongan Puseh tanaman gonda dibudidayakan secara intensif pada lahan persawahan untuk menambah pendapatan.

Tanaman, Yuliartini, gonda biasa dikonsumsi masyarakat Bali untuk sayur yang dihidangkan dalam bentuk urapan atau di tumis. Mengingat kandungan gizinya, maka saat ini tanaman gonda mulai banyak dikembangkan sebagai komoditas sayuran di lahan sawah. Kandungan gizi setiap 100 gram gonda segar adalah 4,47 persen lemak, 18,27 persen protein kasar, 70,30 persen karbohidrat dan 6,69 persen abu berdasarkan berat kering.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan dapat diperoleh informasi permasalahan yang dihadapi oleh subak mitra adalah : 1) Kurangnya pemahaman petani dalam teknik budidaya gonda yang baik dan berkelanjutan ;2) Kurangnya pengetahuan petani dalam mengolah tanaman gonda terutama pada saat panen yang bersamaan; 3) Belum diterapkannya sistem penanaman yang bergilir sehingga ketersedian tanaman gonda secara kontinyu dan berkelanjutan.

Permasalahan selanjutnya, yaitu 4) belum diterapkan sistem tumpangsari antara gonda dengan padi, dan 5) Belum dipahami sistem pengelolaan manajemen pemasaran yang baik, oleh karena itu perlu difasilitasi dari aspek teknologi sehingga nantinya dapat meningkatkan pendapatan Subak Mitra.

“Tujuan kegiatan PKM ini bagi mitra adalah pemahaman serta penerapan teknologi atau teknik budidaya yang benar dan tepat bagi kelompok mitra semakin meningkat,” paparnya.

Selain itu, tujuan lainnya untuk memperluas penanaman dengan menanam secara beraturan dengan tenggang waktu, serta mencoba sistem tumpangsari tandur jajar 2 ; 1 sehingga stabilitas dan diversitas hasil didapat.

Pengolahan tanaman gonda, lanjut Yuliartini, menjadi makanan sehat seperti mie dari gonda dan keripik gonda serta kelompok mitra dapat mengelola usaha tani tanaman gonda sehinga nantinya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya melalui peningkatan kuantitas, kualitas dan diversitas hasil serta pengolahan pasca panen tanaman gonda yang selanjutnya menyebarkan pada petani lingkup wilayah setempat.

Rencana kegiatan PKM ini dapat berjalan dengan baik adalah dengan memilih mitra yang tepat, melakukan wawancara, diskusi, pelatihan teori dan praktek langsung di lapangan serta pendampingan dan monev secara periodik dan berkelanjutan selama delapan bulan.

Program Kemitraan Masyarakat berupa pengabdian kepada masyarakat di Subak Koto Bongan di Desa Adat Bongan Puseh, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan target luaran adalah kelompok mitra mampu menerapkan teknologi budidaya yang optimal untuk peningkatan hasil tanaman gonda dan mampu menyediakan tanaman gonda secara kontinyu dan berkelanjutan.

Selain itu, targetnya agar mampu membuat olahan dari tanaman gonda; mampu mengelola sistem pemasaran sehingga menguntungkan bagi kelompok petani mitra. sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok mitra.

Beberapa hal yang telah didapat oleh anggota kelompok mitra setelah pengabdian pada pertemuan ini bermanfaat bagi keberlanjutan kegiatan di Kelompok Wanita Tani adalah:

Dengan adanya alih teknologi anggota kelompok mitra telah mampu mengadopsi berbagai perkembangan teknologi yang akan dikembangkan yang sebelumnya belum dilakukan saat tersedianya gonda cukup melimpah dan dimanfaatkan untuk mie gonda

Dengan semakin dipahami tentang pemanfaatan gonda untuk produk mie pada pertemuan ini telah dipraktekkan bagaimana cara mengolahnya sehingga mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi bagi mitra

“Harapan kami dengan adanya pengabdian ini anggota kelompok mitra termotivasi melakukan kegiatan lebih aktif berkelanjutan mengolah gonda dijadikan mie dan manajemen organisasi berjalan lebih baik,” pungkasnya mengakhiri. (Tim)